Trump-Putin Sepakat Perundingan Damai Ukraina segera Dimulai
- Sebelum berbicara dengan Putin, Trump menelepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Keduanya dilaporkan berbicara selama beberapa menit.

Amirudin Zuhri
Author


JAKARTA- Rusia dan Ukraina akan segera memulai negosiasi menuju Gencatan Senjata dan yang lebih penting, Mengakhiri Perang. Itulah keyakinan Presiden Amerika Donald Trump menyusul panggilan telepon selama dua jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin 19 Mei 2025.
Trump di Truth Social mengatakan kondisi pembicaraan mendatang akan ditetapkan oleh Ukraina dan Rusia, Ini karena mereka mengetahui rincian negosiasi yang tidak akan diketahui orang lain. Komentarnya muncul saat Rusia dan Ukraina sebagian besar terlibat dalam kebuntuan berdarah lebih dari tiga tahun setelah invasi Putin.
Sebagai wortel bagi Putin, Trump mengulurkan kemungkinan investasi Amerika di Rusia. “Rusia ingin melakukan Perdagangan skala besar dengan Amerika Serikat setelah pertumpahan darah yang dahsyat ini berakhir. Dan Saya setuju,” katanya. Dia menegaskan ada peluang luar biasa bagi Rusia untuk menciptakan lapangan kerja dan kekayaan dalam jumlah besar. Potensinya disebut tidak terbatas.
Trump telah mengisyaratkan bahwa ia dapat mengupayakan diakhirinya sanksi yang telah merugikan ekonomi Rusia. Namun dia tidak merinci seperti apa peningkatan perdagangan dengan Rusia nantinya.
- Demo Ojol: Keluhkan Sistem Aceng dan Slot, Apa Itu?
- Drop Rp23.000, Harga Emas Antam Hari Ini jadi Segini
- Harga Sembako di DKI Jakarta Selasa, 20 Mei 2025, Ikan Mas Naik, Beras IR. II (IR 64) Ramos Turun
Ukraina juga dapat memperoleh keuntungan. Menurut Trump Ukraina dapat memperoleh manfaat besar dari perdagangan, dalam proses membangun kembali negaranya. Dia juga tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hal itu.
Berbicara kepada wartawan setelah pembicaraan telepon tersebut, Putin menyebutnya sangat informatif dan cukup jujur. Dia juga berterima kasih kepada Trump atas dukungan Amerika untuk dimulainya kembali negosiasi langsung antara Rusia dan Ukraina mengenai kemungkinan penyelesaian perjanjian damai.
Rusia juga mendukung penyelesaian krisis Ukraina secara damai. Menurut Putin mereka hanya perlu mengidentifikasi cara-cara yang paling efektif untuk bergerak menuju perdamaian. “Kami telah sepakat dengan Presiden Amerika Serikat bahwa Rusia akan mengusulkan dan siap bekerja sama dengan pihak Ukraina,” katanya.
Terutama untuk membuat nota kesepahaman tentang kemungkinan perjanjian perdamaian di masa mendatang yang mendefinisikan beberapa poin. Seperti misalnya prinsip-prinsip penyelesaian, ketentuan-ketentuan dari kemungkinan penyelesaian perjanjian perdamaian dan sebagainya. Termasuk kemungkinan gencatan senjata untuk jangka waktu tertentu jika kesepakatan yang sesuai tercapai.
Sebelum berbicara dengan Putin, Trump menelepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Keduanya dilaporkan berbicara selama beberapa menit.
Setelah panggilan telepon tersebut, Trump mengatakan bahwa ia berbicara dengan Zelensky serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Selain itu dengan Presiden Emmanuel Macron dari Prancis, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Presiden Alexander Stubb dari Finlandia.
Rasa Frustrasi
Panggilan telepon Trump kepada Putin terjadi di tengah meningkatnya rasa frustrasi Gedung Putih terhadap lambatnya perundingan untuk mengakhiri perang. Wakil Presiden JD Vance sebelum panggilan tersebut mengatakan Amerika menyadari ada sedikit kebuntuan di sini. Dan dia berpikir Trump akan menanyakan kepada Putin sejauh mana keseriusannya untuk mengakhiri perang.
Dalam sebuah posting di Telegram, Zelensky mengonfirmasi bahwa dia berbicara dengan Trump dua kali pada Senin. Sekali sebelum panggilan tersebut dan sekali lagi setelahnya dengan para pemimpin NATO yang disebutkan di atas.
Menurut Zelenskyy ini adalah waktu yang menentukan. “Sekarang dunia dapat melihat apakah para pemimpinnya memiliki kapasitas untuk memastikan berakhirnya perang dan terciptanya perdamaian yang nyata dan abadi,” tulisnya.
- Cilegon dan Proyek-Proyek Industri Raksasa: Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Tantangan Tata Kelola
- Viral Proyek Chandra Asri Dipalak Rp5 Triliun, Begini Respons Kadin
- Emiten Bank Perkasa, LQ45 Ditutup Menguat 21,71 ke 787,08
Di awal pembicaraan bilateral, dia menegaskan kepada Presiden Trump bahwa Ukraina siap untuk gencatan senjata yang lengkap dan tanpa syarat. Seperti yang telah dibicarakan oleh Amerika Serikat sebelumnya. Namun, pemimpin Ukraina mengatakan bahwa Rusia harus dihukum jika pertempuran tidak berakhir. Jika Rusia tidak siap menghentikan pembunuhan, harus ada sanksi yang lebih kuat untuk itu.
Dia juga menegaskan kembali bahwa Ukraina siap untuk negosiasi langsung dengan Rusia dalam format apa pun yang akan membuahkan hasil. Zelensky juga mendesak Amerika Serikat untuk tetap berkomitmen pada proses perdamaian.
Pada hari Minggu, Zelensky bertemu dengan Vance dan Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio di Roma. Dan dia mengatakan bahwa Ukraina terbuka untuk negosiasi.
Meskipun ada peningkatan rasa optimisme menyusul panggilan telepon Trump-Putin, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh sebelum pertempuran berakhir. Rusia tampaknya menunda setiap gerakan nyata untuk menghentikan perang dalam menghadapi upaya berulang Trump untuk membawa mereka ke meja perundingan sejak menjabat. Bagaimana ini akan berbeda masih belum jelas

Amirudin Zuhri
Editor
