Tren Meningap di OYO Melejit Usai Pandemi
- JAKARTA – Jaringan layanan rumah dan perhotelan OYO Indonesia mengumumkan grafik peningkatan kinerja mulai Mei 2020. Country Head Emerging Business PT OYO...

Aprilia Ciptaning
Author
JAKARTA – Jaringan layanan rumah dan perhotelan OYO Indonesia mengumumkan grafik peningkatan kinerja mulai Mei 2020.
Country Head Emerging Business PT OYO Rooms Indonesia Eko Bramantyo mengatakan jaringan penginapan berbasis aplikasi ini sempat tertekan saat pandemi COVID-19 mewabah di dunia, termasuk Indonesia.
“Tingkat okupansi yang berada di bawah 20% pada April 2020, kini mulai menunjukkan peningkatan. Sebanyak 92% pemesanan selama pandemi dilakukan melalui kanal penjualan yang dikelola oleh OYO, seperti aplikasi, web, dan micro market selling,” ujarnya dalam siaran tertulis, Minggu, 7 Juni 2020.
- BI Sudah Beli SBN Rp445,4 Triliun
- Mengalir Kian Deras, Modal Asing Masuk RI Rp7,01 Triliun
- Tren Meningap di OYO Melejit Usai Pandemi
- APPBI Minta Pembayaran PBB Ditangguhkan Hingga September 2021
- Jatuh di Kendal, Mi-17 Adalah Salah Satu Helikopter Paling Sukses
Eko juga mengungkapkan, pandemi COVID-19 telah membawa perubahan tren pemesanan pada lini bisnisnya. Berdasarkan data internal OYO, tren pemesanan sebelumnya didominasi oleh penginapan jangka pendek-menengah dengan durasi menginap rata-rata 1-3 hari.
Namun, dalam satu bulan terakhir, ujar Eko, terdapat lebih banyak pemesanan kamar yang dilakukan untuk jangka panjang dengan durasi menginap rata-rata 7-14 hari.
Tren tersebut, kata Ekom didukung oleh imbauan isolasi mandiri setidaknya selama 14 hari. Mayoritas pemesan berasal dari kalangan yang tidak dapat bekerja dari rumah, seperti tenaga medis maupun pekerja di sektor perbankan dan logistik.
Oleh karena itu, sebagai salah satu pelaku industri, Eko menyebutkan perusahaannya tetap berkomitmen untuk berorientasi pada strategi bisnis jangka panjang.
“Saat ini, fokus OYO menjaga kekuatan finansial dan independensi sehingga menjadi kunci bagi operasional dan performa bisnis perusahaan,” ungkapnya.
Selain itu, penerapan standar operasional berdasarkan protokol kesehatan juga menjadi fokus OYO saat ini. Penyesuaian yang dilakukan, lanjutnya, tetap menjaga skala prioritas bagi karyawan dan mitranya, dengan cara memastikan setiap karyawan tidak kehilangan pekerjaan.
“Kami terus mendukung bisnis mitra kami agar tetap berjalan di tengah situasi sulit ini,” kata Eko. (SKO)
