Tren Ekbis

Transaksi QRIS BRI Naik 76 Persen, Pacu Ekosistem Pembayaran Digital Danantara

  • Transformasi digital BRI dorong transaksi QRIS naik 76%, volume merchant capai Rp67,9 T kuartal I 2026. Perkuat dana murah (CASA), perluas inklusi keuangan, dan mendukung Danantara.
WhatsApp Image 2026-07-27 at 15.49.46.jpeg
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat transformasi digital sebagai salah satu motor pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung agenda penciptaan nilai (value creation) dalam ekosistem Danantara Indonesia. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat transformasi digital sebagai salah satu motor pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung agenda penciptaan nilai (value creation) dalam ekosistem Danantara Indonesia. 

Strategi tersebut dilakukan melalui pengembangan ekosistem merchant dan perluasan adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang semakin mendorong transaksi digital masyarakat.

Kinerja bisnis pembayaran digital BRI menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang kuartal I 2026. Perseroan mencatat jumlah merchant yang menggunakan layanan BRI mencapai 323.700 merchant, sementara volume transaksi merchant meningkat 26,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp67,9 triliun.

Di sisi lain, transaksi melalui QRIS mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Volume transaksi QRIS melonjak 76% yoy menjadi Rp30,5 triliun, sedangkan jumlah transaksinya meningkat 86,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya hingga menembus lebih dari 253 juta transaksi.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan penguatan ekosistem merchant dan QRIS tidak hanya memperluas penggunaan pembayaran digital, tetapi juga menjadi strategi penting untuk memperkuat penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) berbasis transaksi.

"Seiring meningkatnya transaksi digital, BRI terus menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah, dan andal bagi masyarakat. Hingga saat ini, 98,9% transaksi BRI telah dilakukan melalui e-channel. Di saat yang sama, kami juga terus memperkuat literasi keuangan digital, khususnya dalam pemanfaatan QRIS, agar adopsi pembayaran non-tunai semakin luas dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Aquarius.

QRIS Semakin Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital

Perkembangan QRIS sejalan dengan transformasi sistem pembayaran nasional yang digagas Bank Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. 

Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi QRIS nasional terus mencatat pertumbuhan dua digit, didorong semakin luasnya adopsi oleh UMKM serta meningkatnya preferensi masyarakat terhadap pembayaran non-tunai.

Saat ini QRIS tidak hanya digunakan untuk transaksi domestik, tetapi juga telah terhubung dengan sejumlah negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang melalui skema pembayaran lintas batas (cross-border QR payment). 

Langkah tersebut memperluas peluang pelaku usaha Indonesia untuk menjangkau konsumen internasional sekaligus memperkuat integrasi ekonomi digital kawasan.

Sebagai bank dengan jaringan UMKM terbesar di Indonesia, BRI memanfaatkan momentum tersebut dengan memperluas ekosistem merchant dan meningkatkan kualitas layanan pembayaran digital.

Perkuat Dana Murah Lewat Transaksi Digital

Menurut Aquarius, strategi digitalisasi yang dijalankan BRI juga diarahkan untuk memperkuat struktur pendanaan perusahaan melalui peningkatan dana murah berbasis transaksi.

Melalui transformasi BRIvolution Reignite, BRI terus mengoptimalkan berbagai kanal digital untuk meningkatkan akuisisi nasabah, memperluas kemitraan merchant, serta membangun ekosistem pembayaran yang semakin terintegrasi.

Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat funding franchise BRI di tengah meningkatnya kompetisi penghimpunan dana perbankan.

"Kami terus mengembangkan ekosistem pembayaran yang semakin efisien dan terintegrasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Aquarius.

Digitalisasi Turut Dongkrak Kinerja Keuangan

Penguatan bisnis digital turut menopang kinerja keuangan BRI pada kuartal I 2026. Hingga Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp2.250 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp1.555,1 triliun, naik 9,4% yoy. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh dana murah (CASA) yang mencapai Rp1.058,6 triliun, atau setara 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan 65,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dominasi CASA menunjukkan semakin kuatnya basis pendanaan BRI yang berasal dari aktivitas transaksi digital nasabah, sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan untuk menjaga efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat fungsi intermediasi kepada sektor produktif.

Dengan terus berkembangnya transaksi digital, BRI optimistis transformasi digital akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat dalam ekosistem ekonomi digital nasional.