Transaksi Digital Banking BTN Capai 96 Persen Selama Pandemi 2020
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat transaksi melalui layanan digital banking atau e-channel perseroan mencapai 96% dari total transaksi selama masa pandemi.

Laila Ramdhini
Author


Nasabah mencari informasi mengenai kredit pemilikan rumah (KPR) di Plaza KPR kantor pusat Menara BTN, Gajahmada, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat transaksi melalui layanan digital banking atau e-channel perseroan mencapai 96% dari total transaksi selama masa pandemi.
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo memaparkan, total transaksi finansial via e-channel dan teller sebesar 200.885.753 transaksi. Sementara total transaksi e-channel saja mencapai 192.183.992 kali.
“Kita melihat perubahan transaksi yang cukup signifikan di tahun 2020,” ujar Haru, dikutip dari Antara, Jumat, 2 Juli 2021.
Haru menjelaskan, dari transaksi tersebut, terlihat ada pergeseran yang cukup signifikan. Transaksi yang dilakukan di kantor bank makin sedikit, yaitu kurang lebih hanya 4%.
- Modernland Realty Raup Marketing Sales Rp341 Miliar pada Kuartal I-2021
- Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar
- Pengelola Hypermart (MPPA) Berpotensi Meraih Rp670,85 Miliar Lewat Private Placement
Menurut Haru, kenaikan jumlah transaksi melalui e-channel tersebut mengindikasikan layanan mobile banking, internet banking dan cash management system (CMS) telah memudahkan nasabah dalam bertransaksi.
Untuk itu, lanjutnya, perseroan akan terus berupaya semakin memperkuat layanan digital banking di tengah pandemi COVID-19 yang masih belum usai.
“Kami berupaya menghadirkan solusi dan kemudahan bagi nasabah untuk bertransaksi sebagai bentuk adaptasi di masa pandemi COVID-19, yang mengharuskan adanya pembatasan-pembatasan aktivitas dan interaksi fisik masyarakat,” ujar Haru.
Dengan adanya pembatasan di masa pandemi, BTN juga melakukan open banking. Artinya nasabah tidak perlu datang ke bank karena mereka sudah bisa melakukan transaksi di mana saja.
Haru mengatakan perbankan digital telah lama dianggap sebagai future of banking. Sehingga diperlukan strategi untuk mampu bersaing dengan banyak pendatang di pasar perbankan.
“Dalam setiap inisiatif digitalisasi, diharapkan bank dapat merespons perkembangan layanan digital dengan tetap mengindahkan aspek reliability, availability dan serviceability,” kata Haru.
Enam Strategi BTN
Haru memaparkan, ada enam fokus dan strategi yang dilakukan oleh Bank BTN untuk memperkuat layanan digitalnya. Pertama, akuisisi pengguna layanan digital BTN, baik nasabah baru dan nasabah eksisting serta meningkatkan transaksi dengan meningkatkan aktivitas pemasaran produk digital banking BTN.
Kedua, mengembangkan fitur layanan berbasis kebutuhan personal sehingga kebutuhan akan layanan terkini dapat dinikmati oleh nasabah.
Ketiga, yaitu akselerasi penambahan fitur dan layanan pembayaran serta layanan pembelian pada semua channel layanan digital.
Keempat, BTN akan membangun sistem layanan baru yang secara langsung dapat meningkatkan pengguna dan transaksi pada channel layanan digital.
Kelima, emiten berkode saham BBTN itu akan memperkuat layanan BTN Housing Ecosystem baik layanan bagi pengembang perumahan maupun masyarakat penghuni dari perumahan tersebut (pra KPR, realisasi KPR, pasca-KPR) agar selalu terhubung dengan BTN.
“Terakhir, process acceleration di mana percepatan penambahan fitur, layanan pembayaran dan layanan pembelian pada semua channel layanan digital dengan menerapkan proses partnership dan pengembangan aplikasi yang efisien dan efektif,” kata Haru. (LRD)
