Tornado Seukuran 14 Kali Bumi Melanda Matahari
- Tornado seukuran 14 kali lebih besar dari bumi dan berputar-putar di atas permukaan matahari.

Amirudin Zuhri
Author


JAKARTA- Tornado seukuran 14 kali lebih besar dari bumi dan berputar-putar di atas permukaan matahari. Angin puyuh setinggi sekitar 120.000 kilometer itu berputar dengan kecepatan sekitar 500.000 km per jam.
Astrografer Apollo Lasky adalah orang yang mampu melihat penampakan yang luar biasa itu dengan memanfaatkan gambar dari Solar Dynamics Observatory of NASA. Lasky dikutip Science Time Senin 20 Maret 2023 menyebutkan, tornado itu telah berputar di Kutub Utara matahari selama sekitar tiga hari. Dia mengaku tidak pernah bisa melihat hal seperti ini selama bertahun-tahun mengamati matahari.
Selain Lasky, Andrew McCarthy, astrografer lainnya juga mampu memotret fenomena langka itu. McCarthy menyebutkan bahwa kolom plasma besar yang berputar-putar itu menghujani sekumpulan bahan pijar seukuran bulan.
- Pertemuan Dua Teman dan Skeptisisme Amerika
- Pasar Cermati Penanganan Krisis Perbankan dan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Sedikit Tertekan Hari Ini
- IHSG Punya Peluang Rebound, Simak 6 Saham Rekomendasi Hari Ini
Para astronom memperkirakan peristiwa ini mungkin terkait dengan pembalikan medan magnet matahari yang terjadi setiap siklus.
Menurut New York Post, perkiraan mengungkapkan bahwa suhu tornado bisa mencapai setinggi 450.000 derajat Fahrenheit. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan suhu permukaan matahari, yang kira-kira 10.000 derajat Fahrenheit.
Apa Penyebab Solar Tornado?
Tornado matahari dikaitkan dengan semburan matahari, yang berasal dari garis medan magnet yang saling mempengaruhi permukaan matahari. Kemudian melepaskan plasma selama spiral. The Daily Mail mencatat bahwa tornado matahari ini berakar di kedua ujung permukaan matahari.
Meskipun intensitas dan ukurannya tampak hebat, angin puyuh ini sebenarnya tidak jarang terjadi. Bahkan, mereka berlangsung beberapa kali setiap tahun.
Menurut News Times UK, matahari telah menunjukkan perilaku aneh akhir-akhir ini. Februari lalu, sebagian dari Kutub Utara surya terputus. Sebuah video mengungkapkan filamen plasma besar yang muncul dari matahari, terpisah, dan berputar menjadi pusaran kutub yang sangat besar.
