Tips Agar Hobi Kulineran Tak Bikin Bengkak Budget Liburan
- Meski terlihat sebagai pengeluaran kecil yang terjadi berulang kali, biaya konsumsi saat traveling dapat menyumbang porsi yang cukup besar dalam total anggaran liburan.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID--Banyak orang sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum traveling, mulai dari tiket transportasi, penginapan, hingga itinerary perjalanan. Namun ketika liburan selesai, tidak sedikit yang terkejut melihat total pengeluaran yang ternyata jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Menariknya, salah satu penyebab yang paling sering membuat anggaran membengkak justru bukan tiket atau hotel, melainkan biaya makan dan jajan selama perjalanan.
Meski terlihat sebagai pengeluaran kecil yang terjadi berulang kali, biaya konsumsi saat traveling dapat menyumbang porsi yang cukup besar dalam total anggaran liburan.
Liburan Membuat Orang Lebih Santai dalam Mengeluarkan Uang
Saat berada di rumah, banyak orang memiliki kebiasaan dan rutinitas yang membantu mengontrol pengeluaran sehari-hari. Namun ketika traveling, pola tersebut sering berubah.
Suasana liburan membuat sebagian orang lebih permisif terhadap pengeluaran. Mencoba kuliner lokal, nongkrong di kafe yang sedang viral, membeli camilan khas daerah, atau sekadar menikmati kopi di tempat wisata sering dianggap sebagai bagian dari pengalaman perjalanan.
Karena dilakukan beberapa kali dalam sehari, total pengeluaran yang awalnya terlihat kecil dapat bertambah dengan cepat.
Ingin Mencoba Semua Kuliner yang Menarik
Salah satu daya tarik traveling adalah kesempatan mencicipi makanan yang mungkin tidak tersedia di kota asal.
Mulai dari sarapan khas daerah, makan siang di restoran populer, jajanan kaki lima, dessert viral, hingga kopi sore hari sering masuk dalam daftar aktivitas wisata.
Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Namun ketika setiap destinasi kuliner dianggap wajib dicoba, anggaran makan bisa meningkat jauh di atas perkiraan awal.
Dalam beberapa kasus, biaya makan saat liburan bahkan bisa mendekati atau melebihi biaya penginapan per hari.
Pengeluaran Kecil yang Terjadi Berulang
Banyak orang fokus menghitung biaya besar sebelum berangkat, tetapi kurang memperhatikan pengeluaran kecil yang terjadi sepanjang perjalanan.
Sebagai contoh:
- Air minum beberapa kali sehari
- Kopi atau minuman dingin
- Camilan selama perjalanan
- Dessert atau makanan penutup
- Oleh-oleh makanan
- Biaya layanan atau pajak restoran
Jika dijumlahkan selama beberapa hari, nominalnya bisa menjadi cukup besar.
Karena itu, pengeluaran konsumsi sering terasa lebih banyak dibanding yang diperkirakan sebelum berangkat.
Efek FOMO Saat Traveling
Media sosial juga ikut memengaruhi pola konsumsi saat liburan. Banyak wisatawan merasa ingin mencoba tempat makan yang sedang ramai dibicarakan atau kuliner yang viral di suatu daerah.
Fenomena ini membuat keputusan pembelian sering dilakukan secara spontan tanpa mempertimbangkan anggaran yang sudah disiapkan sebelumnya.
Akibatnya, dana yang awalnya diperuntukkan untuk kebutuhan lain bisa ikut terpakai untuk aktivitas konsumtif selama perjalanan.
Menyiapkan Dana Makan Khusus Bisa Membantu
Salah satu cara yang cukup sering dilakukan untuk mengelola pengeluaran saat traveling adalah memisahkan anggaran berdasarkan kategori.
Misalnya:
- Dana transportasi
- Dana penginapan
- Dana makan dan kuliner
- Dana oleh-oleh
- Dana darurat
Dengan cara ini, wisatawan dapat lebih mudah memantau pengeluaran selama perjalanan dan mengurangi risiko menggunakan seluruh dana liburan dalam waktu singkat.
Liburan Lebih Nyaman dengan Persiapan Keuangan yang Baik
Traveling bukan hanya soal menentukan destinasi, tetapi juga mempersiapkan kebutuhan finansial sejak jauh hari. Dengan menabung secara bertahap, biaya liburan dapat terasa lebih ringan dibanding harus menyiapkan seluruh dana sekaligus menjelang keberangkatan.
Saat ini, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan tabungan digital untuk membantu memisahkan dana berdasarkan tujuan keuangan tertentu, termasuk dana liburan dan dana kuliner selama perjalanan.
Dengan pengelolaan melalui aplikasi, pengguna dapat memantau saldo dan aktivitas rekening secara lebih praktis saat mempersiapkan berbagai rencana keuangan, termasuk kebutuhan traveling.
Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh Tyo S pada 10 Jun 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
