Pasar Modal

Tingkat PHK di AS Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir, Rupiah Ditutup Menguat 21 Poin

  • Menurut data perdagangan Bloomberg, Rabu, 3 Mei 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 21 poin di posisi Rp14.692 per-dolar AS.
<p>Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup menguat 21 poin pada perdagangan hari ini karena ditopang oleh data yang menunjukkan tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat (AS) yang mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Menurut data perdagangan Bloomberg, Rabu, 3 Mei 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 21 poin pada posisi Rp14.692 per dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa, 2 Mei 2023, nilai kurs rupiah ditutup melemah 40 poin di level Rp14.714 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS melemah hari ini karena investor semakin melihat kemungkinan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan meredam pengetatan kebijakan moneternya tidak lama lagi.

Kemungkinan tersebut semakin terbuka karena data PHK dan lowongan kerja di AS yang mengindikasikan perlambatan ekonomi di negeri Paman Sam.

"Lowongan pekerjaan AS turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan Maret dan PHK meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Rabu, 3 Mei 2023.

Per Maret 2023, pembukaan lapangan kerja di AS menurun menjadi 9,6 juta dengan penurunan sebanyak 384.000 dari Februari. Saat ini, rekrutmen pekerjaan di AS berada di level terendah sejak Mei 2021.

Sementara itu, tingkat PHK meningkat menjadi 1,2% pada Maret 2023 dari level tertinggi sejak Desember 2020 yang mencatat persentase 1%. Jumlah PHK naik 248.000 hanya dalam waktu sebulan.

Dengan perkembangan tersebut, pelaku pasar semakin meyakini bahwa The Fed akan mulai melunak setelah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) untuk periode Mei 2023.

Namun, investor juga akan mencermati isyarat dari The Fed pada pertemuan FOMC yang diselenggarakan hari ini pada waktu setempat untuk membaca prospek kebijakan moneter bank sentral AS untuk ke depannya.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan besok, Kamis, 4 Mei 2023, nilai kurs rupiah berpotensi menguat di rentang Rp14.660-Rp14.750 per dolar AS.