Tren Global

Tinggalkan AS, Kanada Raih Keuntungan Ekonomi dari China

  • Kanada mulai menggeser ketergantungan dagang dari AS ke China. Kesepakatan baru membuka peluang besar di sektor EV, pertanian, dan ekspor bernilai tinggi.
perdana-menteri-kanada-mark-carney-bertemu-dengan-presiden-china-xi-jinping-di-balai-besar-rakyat-di-beijing-china-jumat-16120-1768536241142_169.jpeg
PM Kanada Bertemu dengan Xi Jinping (The Guardian)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Hubungan dagang Kanada dan China menunjukkan tanda-tanda mencair setelah hampir satu dekade membeku. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan tercapainya kesepakatan dagang awal dengan Beijing, yang ia sebut sebagai “kesepakatan dagang awal namun bersejarah”, dalam kunjungan resminya ke China. 

Carney juga menyebut dunia tengah memasuki “tatanan dunia baru”, sebuah narasi yang selama ini kerap digaungkan Beijing. Kunjungan Carney ke Beijing menjadi yang pertama dalam hampir 10 tahun bagi seorang perdana menteri Kanada. 

Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis Ottawa untuk mereset hubungan bilateral sekaligus mengurangi ketergantungan ekonomi Kanada terhadap Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan dagang dengan Washington.

Mantan Duta Besar Kanada untuk China, Guy Saint-Jacques, menilai tujuan utama kunjungan tersebut telah tercapai.

“Tujuan utama untuk mereset atau mengkalibrasi ulang hubungan dengan China telah tercapai dalam kunjungan ini,” ujarnya.

Menurut Saint-Jacques, dorongan utama di balik langkah Carney adalah tekanan ekonomi dari Amerika Serikat.

“Urgensi ini muncul dari kesulitan yang kami hadapi dengan tetangga kami di selatan,” katanya, merujuk pada pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan Amerika “tidak membutuhkan produk-produk Kanada”, padahal sekitar 70% ekspor Kanada selama ini mengalir ke pasar AS.

Menariknya, Trump justru memberikan sinyal ambigu setelah kesepakatan diumumkan. “Jika Anda bisa mencapai kesepakatan dengan China, maka lakukanlah,” ujar Trump, menunjukkan sikap permisif meski hubungan AS-China sendiri masih tegang.

Mengapa Kanada Merapat ke China?

Dalam pernyataannya, Carney menegaskan kerja sama dengan China merupakan langkah adaptif menghadapi perubahan global. Ia menyebut kesepakatan ini mempersiapkan kedua negara menghadapi “tatanan dunia baru”, selaras dengan pandangan Beijing bahwa dominasi global Amerika Serikat mulai memudar.

Langkah Kanada tidak bisa dilepaskan dari tekanan ekonomi langsung dari Amerika Serikat. Ancaman dan penerapan tarif tinggi terhadap sejumlah produk Kanada membuat Ottawa terdorong mencari pasar alternatif dan mengurangi ketergantungan pada satu mitra dagang utama.

China, sebagai mitra dagang terbesar kedua Kanada, menawarkan pasar yang sangat besar, terutama bagi sektor pertanian dan sumber daya alam. Dalam konteks ini, kerja sama dengan Beijing dipandang sebagai kalkulasi ekonomi pragmatis, bukan pilihan ideologis.

Dari sisi China, kesepakatan ini juga didorong oleh kebutuhan ekonomi. Profesor Universitas Toronto, Lynette Ong China masih menggantungkan sektor ekonominya pada jumlah ekspor

“China masih bergantung pada ekspor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.” Ia menambahkan ekonomi China saat ini berada dalam kondisi “lesu”, sehingga Beijing tidak dapat membiarkan ekspor melemah.

Secara konkret, kedua negara mengumumkan kesepakatan awal yang bersifat sementara yang mencakup izin masuk hingga 49.000 mobil listrik China ke Kanada, penurunan tarif China atas canola, lobster, makanan laut, dan kacang polong Kanada, serta komitmen untuk mengurangi, bukan menghapus tarif di sejumlah sektor kunci.

Direktur Asia Pasifik Asia Society Canada, Vina Nadjibulla, menyebut pernyataan bersama kedua negara sebagai pencapaian terbesar dari kunjungan tersebut.

“Mungkin ini adalah pencapaian paling signifikan, yang menguraikan kemitraan strategis baru antara China dan Kanada,” katanya.

Di Beijing, Presiden Xi Jinping memuji apa yang ia sebut sebagai “perubahan besar” dalam hubungan China–Kanada sejak pertemuannya dengan Carney di KTT APEC 2025. 

Media pemerintah China, People’s Daily, menulis bahwa Kanada memilih mengkalibrasi ulang kebijakan China mereka berdasarkan kepentingan nasional sendiri alih-alih mengikuti garis keras Washington.

Menutup kunjungannya, Carney mengakui tetap ada batasan dan “garis merah”, termasuk soal hak asasi manusia dan dugaan intervensi politik.

Baca juga : Rupiah Nyaris Jebol 17 Ribu, Mimpi Bunga Murah 2026 Pupus?

Daftar Kesepakatan China - Kanada

  1. China dan Kanada mencapai preliminary, provisional agreement sebagai dasar normalisasi hubungan dagang.
  2. Kanada membuka akses impor hingga 49.000 kendaraan listrik buatan China per tahun.
  3. Kendaraan listrik China dikenakan tarif MFN 6,1 persen. Sebelum kesepakatan, kendaraan listrik China dikenakan tarif tambahan hingga 100 persen sejak 2024. Kuota impor kendaraan listrik China ditargetkan meningkat hingga sekitar 70.000 unit dalam lima tahun.
  4. Tarif impor canola Kanada ke China berada di kisaran 84 hingga 85 persen. China menurunkan tarif impor canola Kanada menjadi sekitar 15 persen mulai 1 Maret 2026 hingga akhir tahun.
  5. Tarif diskriminatif terhadap canola meal Kanada dihentikan sementara setidaknya sampai akhir tahun berjalan.
  6. China menangguhkan tarif diskriminatif terhadap lobster, kepiting, dan seafood Kanada dari 1 Maret hingga akhir tahun.
  7. Tarif impor peas dari Kanada diturunkan sebagai bagian dari paket kesepakatan pertanian.
  8. Nilai ekspor Kanada ke China diperkirakan dapat meningkat hingga hampir US$3 miliar.