Tertinggi 5 Tahun, KLN Bank Mandiri Raup Laba Sebelum Pajak Rp1,56 Triliun
- JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI mencatat, Kantor Luar Negeri (KLN) berhasil mencetak laba sebelum pajak sebesar US$111,2 juta atau Rp1,56...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI mencatat, Kantor Luar Negeri (KLN) berhasil mencetak laba sebelum pajak sebesar US$111,2 juta atau Rp1,56 triliun (asumsi kurs Rp14.098 per dolar Amerika Serikat) pada 2020.
Nilai tersebut tumbuh 19% year on year (yoy). Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan menyebut, capaian tersebut merupakan kontribusi laba sebelum pajak terbesar dalam 5
lima tahun terakhir dengan rerata pertumbuhan pada periode tersebut sebesar 30%.
- BEI Tegur BTEL, CMPP, AISA, ABBA, hingga GIAA yang Masuk Jajaran 33 Emiten Bermodal Minus
- Tenang, OJK Jamin Neobank Masih Jauh Sasar Kredit Korporasi
- Sentuh Level Terendah, LPS Pangkas Bunga Penjaminan ke 4,25%
“Tahun lalu merupakan yang tertinggi dalam lima tahun dengan rerata pertumbuhan pada periode tersebut sebesar 30 persen,” kata Panji dalam keterangan resmi, Senin, 22 Februari 2021.
Penyumbang utama kinerja ini adalah pertumbuhan Fee Based Income (FBI) sebesar rata-rata 32% dari US$10,9 juta pada 2015 menjadi US$45,3 juta pada 2020.
Sementara Net Interest Income (NII) menguat rata-rata 10% dari US$49,5 juta pada 2015 menjadi US$81,3 juta lima tahun kemudian.
“Selain karena pemahaman yang komprehensif atas bisnis internasional nasabah korporasi, kinerja yang baik dari KLN Bank Mandiri dalam lima tahun terakhir juga merupakan hasil kolaborasi strategis antara berbagai unit kerja di kantor pusat, serta antara masing-masing KLN, termasuk dengan perusahaan anak,” tambahnya.
Saat ini Bank Mandiri memiliki tujuh KLN, yakni di Singapura, Hongkong, Cayman Island, Shanghai, Timor-Leste, UK dan Malaysia.
Panji mengungkapkan, capaian positif lain yang ditunjukkan oleh jaringan KLN Bank Mandiri adalah kemampuan menjaga kualitas aset produktif melalui strategi pemberian kredit secara selektif.
Alhasil, Non Performing Loan (NPL) dapat diturunkan dari 1,42% pada 2015 menjadi 0,38% pada tahun lalu.
