Terpilih sebagai PM Kanada, Mark Carney Siap Perang Dagang Lawan Trump
- Terpilihnya Carney menandai perubahan besar dalam kepemimpinan politik Kanada. Dengan latar belakang sebagai bankir sentral, Carney bukanlah figur politik konvensional.

Muhammad Imam Hatami
Author


OTTAWA - Mantan gubernur bank sentral Kanada dan Inggris, Mark Carney, resmi terpilih sebagai Perdana Menteri Kanada setelah memenangkan pemilihan ketua Partai Liberal dengan perolehan suara mencapai 85,9%. Carney akan menggantikan Justin Trudeau, yang mengundurkan diri setelah hampir satu dekade memimpin akibat penurunan popularitas.
Terpilihnya Carney menandai perubahan besar dalam kepemimpinan politik Kanada. Dengan latar belakang sebagai bankir sentral, Carney bukanlah figur politik konvensional.
Namun, ia dianggap memiliki kapasitas untuk menghidupkan kembali Partai Liberal dan membawa kebijakan ekonomi yang lebih tangguh. Kemenangannya atas mantan Menteri Keuangan Chrystia Freeland dengan selisih suara besar menunjukkan dukungan kuat dari internal partai.
Justin Trudeau sebelumnya mengumumkan pengunduran dirinya pada bulan Januari 2025 setelah lebih dari sembilan tahun berkuasa. Keputusan tersebut memicu pemilihan cepat dalam Partai Liberal, yang akhirnya dimenangkan oleh Carney.
- Akhirnya! Prabowo Minta Aplikator Beri Bonus Hari Raya ke Driver Ojol
- Bank Mandiri Gelar Program Mudik Gratis 2025 ke 80 Kota
- Bank Mandiri Catat Lonjakan 10 Kali Lipat di Livin’ Investasi
Tantangan Perang Dagang dengan AS
Carney mengambil alih kepemimpinan di tengah ketegangan perdagangan yang meningkat antara Kanada dan Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menerapkan tarif tambahan terhadap barang-barang Kanada, yang dapat berdampak besar pada perekonomian negara tersebut.
Sebagai respons, Carney menegaskan bahwa pemerintahannya akan mempertahankan tarif balasan senilai C$30 miliar terhadap AS hingga pemerintahan Trump menunjukkan rasa hormat kepada Kanada dalam negosiasi perdagangan.
"Ada seseorang yang mencoba melemahkan ekonomi kita, dia menyerang pekerja, keluarga, dan bisnis Kanada. Kita tidak boleh membiarkannya berhasil." jelas Carney dalam pidato pertamanya sebagai Perdana Menteri, dilansir Reuters, Senin, 10 Maret 2024.
Ia juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan Kanada pada ekonomi AS dengan memperkuat perdagangan antarprovinsi dan membangun kerja sama ekonomi baru dengan negara lain.
"Ini bukan bisnis seperti biasa, kita harus melakukan hal-hal yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya, dengan kecepatan yang tidak pernah kita duga sebelumnya." tambah Carney.
Di bawah kepemimpinan Trudeau, popularitas Partai Liberal sempat merosot, tertinggal dari oposisi utama, Partai Konservatif yang dipimpin oleh Pierre Poilievre.
Namun, ancaman Trump terhadap Kanada justru memberikan dorongan bagi Partai Liberal untuk kembali bersaing ketat dengan Konservatif dalam pemilu mendatang.
Partai Liberal diperkirakan akan menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan kekuasaan, terutama jika Carney tidak segera mendapatkan kursi di parlemen. Meskipun tidak diwajibkan memiliki kursi untuk menjabat sebagai PM, tradisi politik di Kanada menuntutnya segera mencalonkan diri dalam pemilu sela.
- Akhirnya! Prabowo Minta Aplikator Beri Bonus Hari Raya ke Driver Ojol
- Bank Mandiri Gelar Program Mudik Gratis 2025 ke 80 Kota
- Bank Mandiri Catat Lonjakan 10 Kali Lipat di Livin’ Investasi
Kebijakan Ekonomi dan Energi Carney
Mark Carney telah mengumumkan sejumlah kebijakan yang akan menjadi fokus pemerintahannya, termasuk menyederhanakan perdagangan antarprovinsi untuk mengurangi ketergantungan Kanada pada Amerika Serikat.
Carney juga bermaksud mendorong proyek energi besar seperti pembangunan pipa minyak yang terhambat regulasi, serta membatasi pertumbuhan pemerintahan federal yang meningkat 40% di bawah kepemimpinan Justin Trudeau.
Selain itu, Carney juga menargetkan investasi besar dalam sektor perumahan dan energi bersih sebagai upaya menstabilkan ekonomi dan meningkatkan ketahanan lingkungan.
Di tengah dinamika politik yang berkembang, muncul spekulasi bahwa Carney mungkin akan mempercepat jadwal pemilu federal yang seharusnya berlangsung sebelum 20 Oktober 2025.
Dua sumber dari Partai Liberal menyebutkan, langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisinya di parlemen, meskipun hal tersebut juga berpotensi memperketat persaingan dengan Partai Konservatif.
Sementara itu, pemimpin Partai Konservatif Pierre Poilievre terus melancarkan kritik terhadap Carney, menyebutnya sebagai kelanjutan dari kebijakan Trudeau dan menyoroti peran masa lalunya dalam relokasi kantor pusat Brookfield Asset Management ke New York.
Poilievre juga membangun narasi bahwa Carney tidak memiliki pengalaman dalam pemerintahan terpilih.
Dengan kebijakan ekonomi yang agresif dan strategi perdagangan yang tegas, Carney menghadapi tantangan besar dalam memimpin Kanada di tengah ketidakpastian global.
Meski mendapat dukungan kuat dalam Partai Liberal, ia masih harus membuktikan kemampuannya dalam menghadapi oposisi serta mempertahankan posisi partainya dalam pemilu mendatang.

Amirudin Zuhri
Editor
