Laba Unilever (UNVR) Tahun 2021 Turun 19,6% Akibat Terdampak COVID-19 Varian Delta

  • PT Unilever Indonesia TbK (UNVR) telah membukukan pendapatan laba sebesar Rp5,76 triliun pada kuartal IV-2021, merosot 19,6% year-on-year dari Rp7,16 triliun.
Tyo S

Tyo S

Author

<p>Graha Unilever milik PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) di kawasan Green Office Park, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. / Foto: Unilever Indonesia </p>

Graha Unilever milik PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) di kawasan Green Office Park, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. / Foto: Unilever Indonesia

(Istimewa)

JAKARTA, Trenasia.id - PT Unilever Indonesia TbK (UNVR) telah membukukan pendapatan laba sebesar Rp5,76 triliun pada kuartal IV-2021. Angka ini merosot 19,6% year-on-year dari Rp7,16 triliun.

Penurunan laba perseroan disebabkan oleh, mundurnya pendapatan sebesar 7,97% dari Rp42,97 pada tahun 2020 menjadi Rp39,54 triliun pada tahun 2021. Adapun penurunan tersebut berasal dari penurunan pendapatan penjualan dalam negeri tahun 2020 sebesar Rp42,15 triliun menurun ke Rp37,84 triliun. Sedangkan pendapatan penjualan ekspor juga menurun dari Rp1,81 triliun menjadi Rp1,68 triliun.

Adanya gelombang penyebaran COVID19 varian delta yang menyebabkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berpengaruh terhadap menurunnya minat beli konsumen pada segmen pasar perseoan.

"Lonjakan harga bahan baku, penurunan daya beli konsumen akan produk kami, dan waktu transisi untuk kembali ke daya beli sebelum pandemi hanyalah sebagian dari berbagai tantangan yang muncul di tahun 2021,"Ira Noviarti Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk dalam keterangan resmi, Kamis, 10 Februari 2022 seperti dikutip dari Trenasia.com, jejaring media Jogjaaja.com.

Pada tahun 2021 ini,  total aset perseroan tercatat sebesar Rp19,06 triliun atau turun 7,1% dari periode yang sama pada tahun 2020 sebesar Rp20,53 triliun. Sementara itu aset lancar perseroan pada pada kuartal IV-2021 berjumlah Rp7,64 trilun. Kemudian aset tidak lancar UNVR mencapai Rp11.42 triliun.

Adapun pada tahun 2022 ini, perseroan optimis untuk menumbuhkan kinerja yang lebih baik, konsisten serta berkelanjutan.

“Kami optimis bahwa di tahun 2022, seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia, semakin besar juga peluang bagi Perseroan untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis yang konsisten, kompetitif, menguntungkan, dan bertanggung jawab,” tutup Ira. (*)