Terbang 1.320 Persen Bukan Sekadar Spekulasi, Ini Fakta di Balik Saham WIFI
- Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) benar-benar menjadi fenomena luar biasa di Bursa Efek Indonesia tahun ini. Bagaimana tidak, dalam setahun terakhir, harganya telah melesat 1.320%. Bahkan sejak awal tahun, saham ini sudah meroket 858,54% dan terus mencetak rekor tertinggi baru.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) benar-benar menjadi fenomena luar biasa di Bursa Efek Indonesia tahun ini. Bagaimana tidak, dalam setahun terakhir, harganya telah melesat 1.320%. Bahkan sejak awal tahun, saham ini sudah meroket 858,54% dan terus mencetak rekor tertinggi baru.
Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, saham WIFI ditutup melonjak 20,55% ke level Rp3.930. Reli fantastis ini sontak membuat banyak investor bertanya-tanya: apakah ini sekadar saham spekulatif, atau ada potensi besar yang tersembunyi di baliknya?
Ternyata, di balik reli ini, tersimpan kombinasi sempurna antara fundamental yang meroket, dukungan dari investor global, dan sebuah strategi andalan yang dinilai akan membuat para pesaingnya tertinggal. Mari kita bedah tuntas.
1. Kinerja Keuangan yang Solid
Kepercayaan investor ini bukan tanpa dasar. WIFI memang sedang sangat baik, yang tercermin dari pertumbuhan pendapatan pada semester pertama 2025 yang berhasil naik signifikan sebesar 66,17% secara tahunan.
Lebih fantastis lagi, laba bersih perusahaan meroket hingga 153,62% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan fundamental yang eksplosif inilah yang menjadi pendorong utama di balik reli harga sahamnya yang luar biasa.
Secara rinci, pendapatan WIFI naik menjadi Rp513,46 miliar dari sebelumnya Rp309 miliar. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak menjadi Rp227,77 miliar dari hanya Rp89,8 miliar pada paruh pertama 2024.
2. Keunggulan Utama yang Membuat Pesaing Tertinggal
Inilah strategi andalan yang dinilai akan menjadi pembeda bagi WIFI. Perusahaan ini dinilai sebagai kandidat terkuat untuk memenangkan lelang spektrum 1.4 GHz yang akan digunakan untuk menggelar layanan Fixed Wireless Access(FWA) atau internet rumah tanpa kabel fiber.
Equity Analyst Sucor Sekuritas, Niko Pandowo, menilai WIFI memiliki keunggulan mutlak. Selain jaringan serat optik yang sudah ada, WIFI juga telah memiliki perjanjian eksklusif dengan vendor teknologi papan atas seperti Qualcomm, Huawei, dan Nokia, membuat para pesaingnya tertinggal.
Layanan ini juga ditargetkan dapat menjangkau pasar dengan sangat cepat setelah lelang dimenangkan. "WIFI menargetkan 5 juta pelanggan dalam waktu satu tahun setelah mengamankan spektrum 1,4 GHz. Layanan FWA ini dapat mulai digelar hanya dua pekan setelah hasil lelang diumumkan," tulis Niko dalam risetnya, Kamis, 9 Oktober 2025.
Namun, WIFI tidak akan melenggang sendirian. Mereka harus berhadapan dengan dua raksasa: PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), sang raksasa telekomunikasi BUMN, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), konglomerat energi Grup Sinar Mas yang juga memiliki ambisi di sektor ini.
3. Sinyal dari Investor Global
Kenaikan luar biasa saham WIFI ternyata bukan sekadar euforia ritel sesaat. Data dari Bloomberg Terminalmenunjukkan bahwa sejumlah institusi investasi global diam-diam telah masuk dan mengakumulasi saham ini.
State Street Corp, salah satu manajer aset terbesar di dunia, tercatat telah mengoleksi 7,6 juta saham WIFI sejak September 2025. Tidak hanya itu, raksasa investasi lainnya, Fidelity International, juga memegang 15,2 juta saham, dan dana abadi Norwegia, Norges Bank Investment Management (NBIM), menggenggam 14,4 juta saham.
Masuknya tiga raksasa investasi global ini adalah sinyal kepercayaan dan validasi tingkat tinggi terhadap prospek jangka panjang WIFI. Ini menunjukkan bahwa di mata investor institusional global, cerita pertumbuhan perusahaan ini sangat kredibel.
4. Pionir Teknologi
Selain keunggulan di FWA, WIFI juga terus berinovasi dari sisi produk. Perusahaan ini baru saja menjadi pionir dengan meluncurkan Starlite Wi-Fi 7, teknologi Wi-Fi generasi terbaru pertama di Indonesia.
Langkah ini semakin memperkuat posisi WIFI sebagai pemain utama di segmen Fiber To The Home (FTTH) yang inovatif dan terdepan dalam hal teknologi. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada ekspansi jaringan, tetapi juga pada kualitas layanan.
5. Apa Kata Para Analis?
Melihat kombinasi fundamental yang kuat dan strategi yang prospektif ini, para analis pun kompak memberikan pandangan super bullish. Mayoritas konsensus analis merekomendasikan "Beli", dengan target harga jangka pendek di kisaran Rp3.710–Rp4.020.
Bahkan, proyeksi jangka panjangnya jauh lebih fantastis. Niko Pandowo dari Sucor Sekuritas dan Samuel Sekuritassama-sama mematok target harga saham WIFI hingga menembus Rp7.800 per saham, sebuah potensi kenaikan yang luar biasa besar dari harga saat ini.

Alvin Bagaskara
Editor
