Energi

Targetkan Produksi Nikel 21 Juta Ton, Antam Revisi Rencana Kerja

  • PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) telah mengajukan revisi pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi nikel menjadi 21 juta ton dan bauksit sebesar 5 juta ton pada tahun 2025.
1000525104.jpg
Earning Call ANTAM (Debrinata/Trenasia)

JAKARTA - PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) telah mengajukan revisi pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi nikel menjadi 21 juta ton dan bauksit sebesar 5 juta ton pada tahun 2025.

Direktur Utama Antam, Nicolas D Kanter, menjelaskan alasan di balik pengajuan RKAB untuk produksi nikel dan bauksit pada tahun ini karena dia optimistis perusahaan mampu mencapai target produksi pada kuartal III 2025.

"Tapi kita punya target yang di RKAB yang lumayan stretch. Jadi bukan hanya apa yang RKAB kita peroleh, tapi kita juga harus tingkatkan lagi, harus masuk lagi dengan RKAB revisi," ungkapnya saat konferensi pers, Jumat 9 Mei 2025.

Nico merincikan pada persetujuan RKAB pada tahun ini untuk produksi nikel sebesar 16,9 juta ton dan bauksit 3,5 juta ton. Artinya Antam yakin produksi nikel dan bauksit bisa lebih banyak lagi sesuai revisi RKAB apabila pengajuan mereka disetujui pemerintah hingga akhir tahun 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arianto Sabtonugroho, mengatakan pengajuan izin RKAB sudah diterima Antam sejak awal tahun.

Perusahaan mencatat laju produksi (production rate) sesuai dengan target pada tahun ini. Sehingga perusahaan sudah mengajukan peningkatan target produksi nikel dan bauksit melalui revisi RKAB untuk tahun ini. ANTM hanya menunggu kapan revisi RKAB ini disetujui.

Kinerja Antam

Adapun volume penjualan emas sepanjang Kuartal 1- 2025 meningkat signifikan. Arianto Sabtonugroho Rudjito menjelaskan, volume penjualan emas mengalami peningkatan sebesar 93% menjadi 13.739 kg.

Sepanjang kuartal I-2025 ANTM mencatatkan total penjualan bersih Rp26,15 triliun melonjak 203% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp8,62 triliun.

Jika dirinci lebih lanjut, pasar domestik mendominasi total pendapatan sebesar 95% atau Rp24,83 triliun. Sehingga komoditas emas menjadi tulang punggung pendapatan dengan nilai penjualan mencapai Rp21,61 triliun atau tumbuh 182% dan menyumbang presentase 83% dari total penjualan yang ada.

Sedangkan, total penjualan nikel (feronikel dan bijih nikel) melonjak 581% menjadi Rp3,77 triliun. Produksi feronikel tercatat sebesar 4.498 ton nikel dalam feronikel (TNi), sementara volume penjualan mencapai 4.839 TNi.

Produksi bijih nikel turut naik drastis sebesar 221% menjadi 4,63 juta wet metric ton (wmt), sejalan dengan pertumbuhan penjualan bijih nikel sebesar 281% menjadi 3,83 juta wmt.

Akibatnya Antam mencatatkan peningkatan laba bersih perusahaan sebesar 10 kali lipat menjadi Rp2,32 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp210,59 miliar.

Adapun EBITDA perusahaan tercatat sebesar 518% menjadi Rp3,26 triliun, naik signifikan dari periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp527,61 miliar.