Tahun Pandemi, Indocement Milik Anthoni Salim Raup Laba Bersih Rp1,81 Triliun
Emiten milik konglomerat Anthoni Salim, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan laba bersih Rp1,81 triliun sepanjang 2020. Angka ini turun tipis sekitar 1,58% dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya Rp1,84 triliun.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Logo Semen Tiga Roda Menara Indocement di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin, 22 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Emiten milik konglomerat Anthoni Salim, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan laba bersih Rp1,81 triliun sepanjang 2020. Angka ini turun tipis sekitar 1,58% dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya Rp1,84 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), INTP mencatat penurunan pendapatan selama pandemi tahun lalu. Pendapatan bersih perseroan turun 11,01% year-on-year (yoy) dari Rp15,94 triliun menjadi Rp14,18 triliun.
Kendati begitu, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan mencapai 13,03% secara tahunan dari Rp9,07 triliun pada 2019, menjadi Rp10,44 triliun pada tahun lalu. Hal ini diikuti oleh penurunan beban usaha sebesar 10% yoy menjadi Rp3,15 triliun pada 2020.
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
- Pemberdayaan Perempuan di Perusahaan Jepang Masih Alami Krisis Pada Tahun 2021
Total kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang perseroan kompak naik selama 2020. Liabilitas jangka pendek naik 7,93% menjadi Rp4,22 triliun. Bahkan, liabilitas jangka panjang melonjak 32,29% menjadi Rp952,47 miliar pada tahun lalu.
Melalui catatan tersebut, akumulasi kewajiban INTP naik sekitar 11,69% yoy menjadi Rp5,17 triliun pada 2020, dari Rp4,63 triliun di tahun 2019. Sedangkan, pos ekuitas perseroan tergerus 3,91% yoy dari Rp23,08 triliun menjadi Rp22,176 triliun.
INTP tampak berusaha menahan arus kas selama pandemi. Dibuktikan dengan bertambahnya jumlah kas dan setara kas sebanyak 0,65% secara tahunan dari Rp7,65 triliun menjadi Rp7,70 triliun.
Dengan demikian, perseroan mengalami penurunan total aset sepanjang tahun 2020 sebesar 1,34% yoy menjadi Rp27,34 triliun dibandingkan dengan total aset pada tahun 2019 dengan nilai Rp27,71 triliun.
Di pasar modal, saham INTP sukses menguat signifikan mencapai 6,77% atau 875 poin ke level harga Rp13.800 per lembar pada akhir sesi perdagangan Jumat, 19 Maret 2021.
Hingga akhir Desember 2020, laba per saham INTP senilai Rp490,69 per lembar atau turun dari tahun sebelumnya Rp498,56. (SKO)
