Tahukah Anda, NASA Pernah Digugat Ahli Waris Planet Mars
Jakarta-Sunda Empire yang sempat membuat kehebohan beberapa waktu lalu mengklaim sebagai kerajaan yang memiliki seluruh bumi. Semua negara di dunia harus segera melapor kepada mereka. Sebuah klaim yang tentu saja aneh dan tidak bisa diterima akal. Tetapi ternyata ada yang lebih konyol dari Sunda Empire. Tiga orang mengklaim sebagai pewaris planet Mars dan pernah menggugat […]

Amirudin Zuhri
Author


Eksplorasi Mars
(Istimewa)Jakarta-Sunda Empire yang sempat membuat kehebohan beberapa waktu lalu mengklaim sebagai kerajaan yang memiliki seluruh bumi. Semua negara di dunia harus segera melapor kepada mereka.
Sebuah klaim yang tentu saja aneh dan tidak bisa diterima akal. Tetapi ternyata ada yang lebih konyol dari Sunda Empire. Tiga orang mengklaim sebagai pewaris planet Mars dan pernah menggugat badan antariksa Amerika NASA karena dianggap menerobos wilayahnya tanpa izin.
Kejadiannya memang sudah cukup lama yakni pada tahun 1997. Tiga orang dari Yaman memutuskan untuk mengajukan gugatan ke jaksa negara di San’a. Mereka menggugat NASA karena masuk tanpa izin ke planet yang berjarak 4 miliar mil dari bumi tersebut.
“Kami mewarisi bumi dari nenek moyang kita 3.000 tahun yang lalu,” kata mereka dalam surat kabar mingguan berbahasa Arab Al-Thawri sebagaimana dikutip Vintage News.
Adam Ismail, Mustafa Khalil dan Abdullah al-Umari mendasarkan klaim mereka pada sejarah keluarga yang menyebutkan mereka adalah keturunan dari Himyarites dan Sabaeans, kelompok etnis yang tinggal di Arabia selatan. Menurut mitologi mereka, peradaban lama hilang memiliki tujuh candi pada setiap planet di tata surya.
Menurut sebuah koran lokal, tiga orang ini mengajukan dokumen “hukum” yang mendukung klaim mereka. Tak seorang pun kecuali jaksa melihat dokumen ini dan setelah itu membuang kasus tersebut dan mereka menggambarkan sekelompok orang ini sebagai “abnormal” serta memperingatkan mereka bisa terancam masuk penjara jika mereka mencoba untuk menuntut lagi.
NASA dituntut karena mengirim alat eksplorasi Pathfinder dan Sojourner. “Sojourner dan Pathfinder, yang dimiliki oleh pemerintah Amerika Serikat, mendarat di Mars dan mulai menjelajahi tempat tanpa memberitahu kami atau meminta persetujuan kami,” kata mereka dalam tuntutannya.
Mereka menuntut eksplorasi Mars dihentikan dan setiap penelitian Mars lebih lanjut harus seizin mereka.
Anda bisa menebak bahwa NASA benar-benar tidak terganggu dengan hal ini. Juru bicara NASA waktu itu, Brian Welch, mengatakan:
“Mars adalah planet di tata surya yang merupakan milik seluruh umat manusia, bukan dua atau tiga orang di Yaman. Hanya karena kita mendarat di Mars pertama tidak berarti Amerika Serikat memiliki itu.”
Rupanya ini bukan satu-satunya kasus klaim real extraterrestrial. Ada seorang pria (Sylvio Langvein) yang menyatakan ia memiliki semua planet di tata surya. Seorang pria lain juga mencoba untuk memiliki bulan yang dikenal dengan “Lunar Embassy Commission” yang telah menjual lebih dari 2 juta hectare are bulan dengan harga US$ 20 per acre. “Celestial Space Nation” juga mengklaim dia memiliki segala sesuatu di ruang angkasa. Ada juga Gregory Nemitz yang mengaku memiliki semua asteroid.
Yang cukup menarik kisah tentang trio Yaman tidak berakhir ketika gugatan mereka ditolak. Tahun berikutnya mereka mulai menjual tanah Planet Merah dengan harga US$2 per meter persegi. Benar-benar murah! Mereka juga meyakinkan pembeli bahwa mereka akan mengeluarkan akta kepemilikan properti baru mereka. Ada-ada saja…
