Susut 30 Persen, Laba Bersih BFI Finance Jadi Rp229,54 Miliar pada Kuartal I-2021
- Laba bersih kuartal I-2021 tumbuh 26,8% dibandingkan dengan kuartal IV-2020.

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatat penurunan laba bersih hingga 30% pada kuartal I-2021 menjadi Rp229,54 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 327,86 miliar.
Mengutip laporan keuangan perseroan, Senin 26 April 2021, penurunan laba bersih ini disumbang oleh terkoreksinya pendapatan sebesar 28% menjadi Rp990,85 miliar dari kuartal pertama tahun lalu yakni Rp1,37 triliun.
Akan tetapi secara kuartalan, laba bersih kuartal I-2021 tumbuh 26,8% dibandingkan dengan kuartal IV-2020. Sedangkan dari segi penyaluran pembiayaan baru, perseroan melaporkan pertumbuhan sebanyak 35,3% menjadi Rp2,93 triliun dibandingkan dengan kuartal terakhir tahun lalu.
- Bakal Akuisisi 30,01 Persen Bank Maspion Lewat Rights Issue, KVision Jalani Fit and Proper Test di OJK
- Ke Depan, HKI Bisa Jadi Jaminan Modal Usaha UMKM
- Waskita Beton Precast Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris, Ada Empat Nama Baru
Peningkatan juga terjadi pada rasio Non-Performing Financing (NPF) 55 basis points menjadi 2,3% dari sebelumnya 1,7%, secara kuartalan.
Untuk itu, perusahaan mengantisipasi kenaikan NPF dengan meningkatkan jumlah Cadangan Kerugian Piutang dari 7,1% per kuartal IV-2020 menjadi 7,5% pada kuartal I-2021.
Tingkat cadangan BFI Finance mencapai 3,3 kali besarnya piutang yang bermasalah. Angka tersebut dua kali rata-rata industri sesuai data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tercatat sebesar 1,6 kali.
Porsi pembiayaan paling besar BFI adalah pembiayaan mobil bekas sebesar 72,1% disusul oleh alat berat dan mesin sebesar 13,9%. Untuk pembiayaan motor bekas, BFI Finance mencatat porsi 9,1%, disusul pembiayaan mobil baru sebesar 1,9%.
Sedangkan pembiayaan agunan properti (property-backed financing) dan lainnya menyumbangkan 3% dari total piutang pembiayaan dikelola senilai Rp13,6 triliun.
