Pasar Modal

Suku Bunga BI Naik, Nilai Kurs Rupiah Ditutup Menguat 5 Poin

  • Menurut data Bloomberg, Kamis, 22 Desember 2022, nilai kurs rupiah ditutup menguat di posisi Rp15.582,5 perdolar Amerika Serikat (AS).
<p>Karyawati menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawati menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup menguat 5 poin setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur Desember 2022.

Menurut data Bloomberg, Kamis, 22 Desember 2022, nilai kurs rupiah ditutup menguat di posisi Rp15.582,5 perdolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 21 Desember 2022, nilai kurs rupiah ditutup menguat 15 poin di level Rp15.587,5 perdolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar merespon positif hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21-22 Desember 2022, yang mana bank sentral menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%.

"Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur tersebut sebagai langkah lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspetasi inflasi dan inflasi inti tetap terjaga di kisaran 2-4%," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Kamis, 22 Desember 2022.

Ibrahim pun menyoroti pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo yang mengatakan bahwa kebijakan kenaikan suku bunga ini diambil dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah yang mengalami depresiasi.

Kendati begitu, kinerja indeks mata uang Garuda dikatakan masih lebih baik dibanding negara lain seperti China dan India.

"Diyakini pada 2023, rupiah akan menguat ke arah fundamentalnya," kata Ibrahim.

Keputusan kenaikan suku bunga ini pun dinilai Ibrahim ditetapkan dengan mempertimbangkan inflasi yang cenderung lebih rendah dari perkiraan.

Pada akhir tahun, inflasi diperkirakan mencapai tingkat di bawah 5,5%, lebih rendah dari proyeksi awal di atas 6%.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan Jumat, 23 Desember 2022, nilai kurs rupiah berpotensi untuk menguat di rentang Rp15.580-Rp15.650 perdolar AS.