Tren Ekbis

Strategisnya Peran Daerah Wujudkan BBM Ramah Lingkungan

  • JAKARTA – Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan peran Pemerintah Daerah (Pemda) sangat stragis dalam peningkatan baku mutu emisi....

JAKARTA – Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan peran Pemerintah Daerah (Pemda) sangat stragis dalam peningkatan baku mutu emisi.

Indonesia sudah seharunya mengurangi bahan bakar dengan RON rendah seperti Premium sejak 2018 secara bertahap sampai 2021.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 20/2017 perihal baku mutu emisi gas buang untuk kendaraan bermotor.

“Beberapa wilayah di Jawa seperti Magetan, Wonogiri, dan Sukoharjo sudah bebas dari Premium,” kata Mamit dalam keterangan melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 11 Juli 2020.

Pemda dapat mengirimkan surat kepada PT Pertamina (Persero) untuk tidak menyalurkan BBM RON 88 atau Premium. Langkah yang dilakukan oleh sejumlah daerah dinilai Mamit sangat bagus jika diikuti oleh Pemda lain secara bertahap sehingga program Langit Biru ini dapat berjalan.

Jutaan Motor dan Mobil

Sebagai contoh, Jakarta saat ini tidak kurang dari 13 juta unit sepeda motor dan lebih dari enam juta unit roda empat di miliki warga Jakarta. Saban hari tidak kurang dari 25 juta perjalanan melintasi kota Jakarta.

”Saya kira, dengan kondisi tersebut alangkah baiknya jika Jakarta menghapuskan BBM seperti Premium atau BBM lainnya yang kandungan sulfur lebih dari 500 ppm,” tambah Mamit.

Pertamina terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan BBM Ramah Lingkungan dengan berbagai macam promo yang dilakukan seperti di Bali. Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di 50 titik SPBU di Denpasar, Bali turun menjadi Rp6.450/liter dari sebelumnya Rp7.650.

Penurunan harga ini merupakan promo bernama Langit Biru yang dilakukan Pertamina sejak 5 Juli hingga 31 Agustus 2020.

”Saya sangat mengapresiasi program ini di mana harga Pertalite sama dengan harga Premium.”

Program tersebut didorong untuk diperluas ke daerah lain sehingga edukasi yang diberikan bisa lebih luas lagi.

Berdasarkan data Pertamina, konsumsi BBM sampai dari Januari 2020 dengan 24 Juni 2020, nasional penggunaan Premium tidak sebesar pengguna Pertalite saat ini. Untuk Pertalite konsumsi mencapai 56.9%, Premium 30.8%, Pertamax 11.6% dan Pertamax Turbo 0.6%.

Menariknya lagi, untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (JAMALI), konsumsi Pertalite mencapai 65%, Premium 18.4%, Pertamax 15.8% dan Pertamax Turbo 0.8%. Data konsumsi tersebut mengindikasikan wilayah JAMALI sudah siap untuk menghapus peredaran Premium. (SKO)