Tren Global

Stok Senjata AS Vs Iran, Siapa akan Bertahan?

  • Tempo operasi sudah tinggi sejak awal. Kedua belah pihak sudah menggunakan senjata lebih cepat daripada yang dapat diproduksi.
perang iran.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID- Presiden AS Donald Trump mengklaim negaranya memiliki pasokan senjata utama yang hampir tak terbatas. Kementerian pertahanan Iran di bagian mengatakan pihaknya memiliki kapasitas untuk melawan musuh lebih lama dari yang direncanakan AS.

Persediaan dan pasokan senjata saja tidak akan menentukan hasil konflik ini . Ukraina telah lama kalah jumlah dan kalah persenjataan dibandingkan Rusia, tetapi itu tentu saja merupakan faktor yang signifikan.

Tempo operasi sudah tinggi sejak awal. Kedua belah pihak sudah menggunakan senjata lebih cepat daripada yang dapat diproduksi. 

Lembaga Studi Keamanan Nasional (INSS) yang berbasis di Tel Aviv memperkirakan bahwa AS dan Israel telah melakukan lebih dari 2.000 serangan, yang masing-masing melibatkan berbagai jenis amunisi.

Lembaga Studi Keamanan Nasional (INSS) yang berbasis di Tel Aviv memperkirakan/ AS dan Israel telah melakukan lebih dari 2.000 serangan yang masing-masing melibatkan berbagai jenis amunisi.

INSS menyatakan bahwa Iran telah meluncurkan 571 rudal dan 1.391 drone.  Bagi kedua belah pihak tingkat pertempuran seperti ini akan semakin sulit dipertahankan jika perang terus berlanjut.

Sebelum perang diperkirakan Iran memiliki persediaan lebih dari 2.000 rudal balistik jarak pendek . tetapi tidak ada militer yang mempublikasikan angka pasti tentang berapa banyak senjata yang mereka milikikarena angka-angka tersebut tetap dirahasiakan untuk menjaga agar musuh tidak mengetahuinya.

Panglima tertinggi Amerika Jenderal Dan Caine pada hari Rabu  mengatakan bahwa peluncuran rudal balistik Iran turun 86% dibandingkan hari pertama pertempuran pada hari Sabtu.Sedangkan Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan terjadi penurunan 23% hanya dalam 24 jam terakhir.

Iran diyakini telah memproduksi puluhan ribu drone serang satu arah Shahed sebelum perang. Mereka mengekspor teknologi tersebut ke Rusia. Moscow telah menggunakan versi Shahed mereka dengan dampak yang menghancurkan di Ukraina. Bahkan AS pun telah meniru desainnya//

Namun Caine mengatakan peluncuran drone Iran telah menurun sebesar 73% sejak hari pertama konflik. Iran tampaknya kesulitan mempertahankan tempo operasi yang tinggi.

Masih ada kemungkinan penurunan drastis ini merupakan upaya untuk melestarikan persediaan, tetapi mempertahankan produksi akan menjadi semakin sulit.

Supremasi Udara

Jet-jet AS dan Israel kini memiliki supremasi udara di atas Iran. Sebagian besar pertahanan udara Iran telah hancur.  Iran tidak lagi memiliki angkatan udara yang kredibel. Centcom mengatakan fase selanjutnya dari perang ini berfokus pada perburuan peluncur rudal dan drone Iran, persediaan senjatanya, dan penghancuran pabrik-pabrik yang memproduksinya.

Kini mungkin akan lebih mudah bagi AS dan Israel untuk melemahkan kemampuan Iran dalam berperang. Namun, akan sulit untuk menghancurkan seluruh persediaan senjatanya. Iran adalah negara yang luasnya tiga kali lipat Prancis. Senjata masih bisa disembunyikan dari langit.

Sejarah terkini juga menunjukkan keterbatasan perang yang dilakukan dari udara. Militer Israel masih belum menghancurkan Hamas di Gaza setelah lebih dari tiga tahun pemboman intensif. Houthi di Yaman selamat dari kampanye pemboman AS selama setahun. Begitu pula beberapa senjata mereka.

AS tetap menjadi kekuatan militer terkuat di dunia. Persediaan senjata konvensionalnya akan lebih besar daripada negara lain mana pun.

Namun militer AS masih sangat bergantung pada senjata presisi yang mahal dan diproduksi dalam jumlah terbatas. Trump dilaporkan telah mengadakan pertemuan dengan kontraktor pertahanan akhir pekan ini untuk mendesak mereka mempercepat produksi. Ini merupakan indikasi bahwa bahkan sumber daya Amerika pun mungkin terbatas.

Sebagian tekanan mungkin telah mereda sekarang karena AS memiliki kebebasan relatif untuk melakukan serangan dari jarak dekat. Caine mengatakan AS telah beralih dari penggunaan senjata jarak jauh seperti rudal jelajah Tomahawk. Angkatan Udara AS sekarang menggunakan senjata pengganti yang lebih murah  seperti bom JDAM (Joint Attack Direct Munitions)

Mark Cancian, mantan kolonel Marinir AS yang bekerja di Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington mengatakan, setelah serangan awal dari jarak jauh Amerika sekarang dapat menggunakan rudal dan bom yang lebih murah.

Dia mengatakan AS dapat mempertahankan tingkat pertempuran seperti itu "hampir tanpa batas". Semakin lama perang berlangsung, daftar target juga semakin kecil . Ini berarti perlambatan bertahap dalam tempo operasi.

Cancian mengatakan AS memiliki puluhan ribu bom JDAM,  tetapi sistem pertahanan udara yang mahal jumlahnya lebih sedikit. Pada tahap awal konflik sistem tersebut sangat penting untuk mengalahkan ancaman serangan balasan Iran.

Rudal Patriot

Rudal Patriot sangat diminati. Tidak hanya oleh AS tetapi juga sekutu Arabnya dan Ukraina. Setiap rudal pencegat berharga lebih dari  US$4 juta  atau sekitar Rp63 miliar. Amerika diyakini saat ini memproduksi sekitar 700 unit per tahun. Jika Iran masih mampu meluncurkan rudal balistik, hal itu akan mengurangi persediaan yang terbatas ini.

Cancian memperkirakan bahwa AS mungkin memiliki persediaan sekitar 1.600 rudal Patriot  yang dalam beberapa hari terakhir telah menipis. Meskipun ia mengatakan AS dapat mempertahankan perang udara-ke-darat untuk waktu yang lama,  perang pertahanan udara lebih tidak pasti.

Jika Presiden Trump bersedia mengurangi jumlah sistem Patriot,  maka Amerika bisa bertahan lebih lama daripada Iran  tetapi itu akan menimbulkan risiko dalam potensi konflik di Pasifik.

Fakta bahwa Trump dijadwalkan bertemu dengan perusahaan pertahanan AS akhir pekan ini merupakan pertanda adanya kekhawatiran tentang persediaan senjata. Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan Iran tidak akan mampu bertahan lebih lama dari Amerika. Dalam hal ini dia mungkin benar. Tetapi tidak boleh dilupakan Rusia empat tahun terjebak dalam perang di Ukraina sejak awal juga yakin akan lebih mampu bertahan melawan musuhanya.