Startup Edutech Progate Bergabung ke Program Kampus Merdeka
- Startup pembelajaran coding Progate digandeng Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menjadi mitra pembelajaran...

Muhamad Arfan Septiawan
Author
JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menggandeng startup pembelajaran coding Progate untuk menjadi mitra pembelajaran program Kampus Merdeka.
Progate bakal menyediakan program pelatihan kecerdasan digital serta pembelajaran coding. Hal ini dilakukan untuk menggenjot jumlah talenta-talenta digital Indonesia yang berkualitas unggul dan siap kerja.
Program pelatihan senilai 20 SKS (setara dengan satu SKS semester penuh) yang dilakukan sepenuhnya secara online ini melatih mahasiswa dengan materi yang relevan untuk dapat meningkatkan keahlian digital. Kemampuan yang sangat dibutuhkan industri dalam era digital.
- Startup Edutech Progate Bergabung ke Program Kampus Merdeka
- Catat, Rights Issue 7,28 Miliar Saham Bank IBK Berakhir Hari Ini
- Menkes Usulkan Paket Beli Asuransi Bonus Vaksin
Dalam program studi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan dasar teori, melainkan juga kesempatan untuk membuat berbagai proyek berbasis coding, sebagai implementasi dari ilmu yang telah dipelajarinya.
“Untuk dapat menjawab peluang ini, Indonesia membutuhkan ratusan ribu talenta digital berkualitas setiap tahunnya,” ucap Country Manager Progate Indonesia Norman Ganto dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Juni 2021
Menurut Norman, pembelajaran coding ini sangat diperlukan untuk mendukung akselerasi ekosistem startup di Indonesia. Menurut data startupranking.com, Indonesia menempati peringkat ke lima sebagai negara dengan pertumbuhan perusahaan digital terbanyak di dunia.
Indonesia tercatat telah memiliki 2.229 startup pada April 2021. Menurut Norman, pembelajaran yang bisa diperoleh dari seluruh jurusan memberi keuntungan bagi mahasiswa dari seluruh rumpun ilmu yang ingin terjun di dunia teknologi.
“Program ini dirancang bagi siapapun yang tertarik untuk dapat bekerja di industri digital atau teknologi. Mahasiswa dari jurusan apapun dapat dan disarankan untuk mengikuti program ini karena kurikulum yang diterapkan tidak hanya tentang belajar coding, melainkan juga tentang bagaimana menjadi seorang profesional dengan digital dan growth mindset,” kata tNorman.
Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut perlu menghasilkan sembilan juta talenta digital baru dalam 15 tahun ke depan. Talenta digital ini diperlukan untuk mentransformasikan cara kerja ke ranah digital di segala sektor.
Dengan begitu, Indonesia membutuhkan setidaknya 600 ribu talenta digital setiap tahunnya untuk membangun ekosistem digital di Tanah Air.
“Untuk melakukan transformasi digital, negara kita membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan. Ini perlu betul-betul sebuah persiapan,” kata Jokowi beberapa waktu lalu.
