Tren Ekbis

SMDR Tebar Dividen Rp196 Miliar, Siap Tambah Tiga Armada Baru

  • SMDR bagikan dividen Rp196,5 miliar atau Rp12 per saham dari laba 2025. Di saat yang sama, perseroan menyiapkan ekspansi dengan tiga armada baru.
DJI_0876_A-2-1.jpg
Kapal PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) (Dok/SMDR)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) membagikan dividen tunai sebesar Rp196,5 miliar atau setara Rp12 per saham dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar perseroan.

Nilai tersebut mencakup dividen interim yang telah dibayarkan pada Agustus 2025 sebesar Rp40,9 miliar atau Rp2,5 per saham. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp155,5 miliar atau Rp9,5 per saham.

Di tengah pembagian dividen tersebut, Samudera Indonesia tetap menyiapkan ekspansi bisnis melalui penambahan tiga armada baru, terdiri atas dua kapal tanker berkapasitas 4.000 deadweight tonnage (DWT) dan satu kapal peti kemas berkapasitas 10.100 DWT.

Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani Maulana Mulia, mengatakan peremajaan armada merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam industri pelayaran.

"Sebagai perusahaan pelayaran, kami percaya bahwa peremajaan itu hal yang pasti harus dilakukan," ujar Bani, dalam paparan publik yang di gelar di Jakarta, Rabu, 6 Juni 2026.

Menurut Bani, penambahan maupun penggantian armada dilakukan berdasarkan kebutuhan bisnis yang telah terukur, bukan spekulasi pasar. "Tanpa ada kepastian, kami tidak akan melakukan spekulasi," katanya.

Bani menjelaskan, perseroan selalu memastikan ketersediaan muatan atau kargo sebelum melakukan investasi armada baru. Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga tingkat utilisasi kapal tetap optimal.

Baca juga : Jika Indonesia Turun ke Frontier Market, Siapa yang Paling Dirugikan?

Kinerja Korporasi

Dari sisi kinerja, SMDR membukukan pendapatan sebesar US$737,4 juta sepanjang 2025, tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA meningkat 18% secara tahunan menjadi US$200,2 juta.

Sementara itu, laba usaha tercatat US$96,5 juta atau turun 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bersih perseroan masih tumbuh 3% menjadi US$52,1 juta.

Dalam menghadapi dinamika industri pelayaran global, Bani mengatakan fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan utama perusahaan. Samudera Indonesia terus menjaga standar operasional armadanya agar dapat beroperasi di berbagai wilayah dunia, termasuk Eropa dan Amerika Selatan.

"Kalau freight tinggi di sana, kita bisa masuk. Kalau ada pasar yang mungkin oversupply, maka kita bisa tarik dan pindahkan ke tempat lain," ujarnya.

Baca juga : IPO EMMI Bidik Dana Rp269 M, Cek Kinerja dan Alokasi Duitnya

Selain itu, perseroan juga mengedepankan efisiensi operasional untuk menghadapi risiko gangguan rantai pasok global dan volatilitas tarif angkutan laut. "Dalam melakukan operasional kapal, kita harus paling efisien, harus lebih efisien lagi, dan seefisien mungkin," kata Bani.

Dari sisi neraca, Samudera Indonesia memiliki total aset lancar sebesar US$623,6 juta hingga akhir 2025. Kas dan setara kas tercatat mencapai US$317,7 juta, mencerminkan posisi likuiditas yang kuat.

Adapun utang bank jangka pendek tercatat sebesar US$42,3 juta, Sukuk Ijarah sebesar US$49,7 juta, serta utang bank jangka panjang sebesar US$160,5 juta. Sementara total ekuitas perseroan mencapai US$773,5 juta.

Dengan kondisi keuangan yang solid, manajemen menilai perusahaan memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan ekspansi armada sekaligus tetap memberikan imbal hasil kepada para pemegang saham melalui pembagian dividen.