Nasional

SKK Migas Akui Negosiasi Pertamina Caplok Blok Masela Masih Mandek

  • Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui negosiasi antara PT Pertamina (Persero) dengan Shell masih berlangsung alot untuk mengambil hak partisipasi di Blok Masela.
IMG-20230524-WA0058.jpg
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto di Gedung DPR RI (TrenAsia/Debrinata)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui negosiasi antara PT Pertamina (Persero) dengan Shell masih berlangsung alot untuk mengambil hak partisipasi di Blok Masela.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menuturkan Shell masih belum rampung melepaskan hak partisipasinya di Blok Masela, sehingga membuat proyek hulu gas raksasa tersebut tidak kunjung berjalan dan mangkrak dari 2020 hingga sekarang.

"Shell terlalu lama menahan dan tidak segera melaksanakan divestasi yang sudah dijanjikan sejak lama, sejak awal tahun 2020, sudah tiga tahunan, oleh karena itu kita mesti review apa yang bisa kita ambil," jelasnya kepada awak media saat ditemui di Gedung DPR, Rabu, 24 Mei 2023.

Dwi mengungkapkan, salah satu poin negosiasi yang belum mencapai titik temu ialah masalah harga atau nilai akuisisinya. Maka pemerintah akan terus melakukan upaya intervensi agar proyek bisa segera berjalan.

Salah satunya dengan evaluasi rencana pengembangan (plan of development/PoD) Blok Masela jika pemegang hak partisipasi (participation interest) tidak kunjung melaksanakan rencana eksisting. Dwi berharap proses divestasi Shell di Blok Masela bisa segera tuntas setidaknya di Semester I 203. Dengan demikian bisa terbentuk konsorsium baru dan masuknya perusahaan lain, seperti Petronas.

"Kalau pemegang PI tidak melaksanakan PoD yang sudah di-approve tentu government mengambil langkah-langkah supaya apa saja hal-hal yang menjadi pending, diharapkan kontraktor dan pemegang PI bertanggung jawab atas PoD yang disetujui bersama," jelas Dwi.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan proses negosiasi alihkelola Blok Masela berjalan dengan alot, sebab, Shell dianggap kurang fleksibel. Seharusnya Shell lebih mengerti dan fleksibel untuk cepat meloloskan alihkelola ini. Pasalnya urgensi saat ini Pertamina masuk ke Blok Masela untuk memacu produksi gas. Apalagi, gas dibutuhkan untuk mendukung transisi energi.

Sekedar informasi, Shell telah meninggalkan hak partisipasinya di proyek strategis nasional (PSN) tersebut sebesar 35% sejak 2 tahun lalu atau 2020 awal. Saat ini masih ada Inpex Corporation yang mengempit saham 65% masih mencari rekanan untuk mengelola blok abadi tersebut.