Skema KPBU Dorong Realisasi 4 Juta Sambungan Jaringan Gas
- JAKARTA – Untuk mempercepat realisasi target pembangunan jaringan gas kota (jargas) sebanyak 4 juta Sambungan Rumah tangga (SR) dengan skema Kerja Sama...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – Untuk mempercepat realisasi target pembangunan jaringan gas kota (jargas) sebanyak 4 juta Sambungan Rumah tangga (SR) dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap skeman ini jadi solusi atas ketergantungan terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan menekan impor LPG.
“Ada masalah ketahanan energi kalau kita terlalu tergantung pada impor sebab sebagian besar LPG diimpor dan LPG 3 kg juga disubsidi. Untuk itu maka dilakukan diversifikasi energi melalui jargas KPBU ini,” kata Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Yudho Dwinanda Priaadi, Kamis, 8 Oktober 2020.
- Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPRD DIY Ricuh, Malioboro Hancur
- Demo Buruh dan Mahasiswa Enggak Ngaruh, IHSG Makin Moncer, BBCA dan MDKA Diborong Asing
- UU Cipta Kerja Jadi Angin Segar Sektor Properti
- Lewat KoinWorks, BTN Salurkan Kredit Rp75 Miliar ke UMKM Sektor Properti
- Ramai Demo Buruh, Sejumlah Rute Transjakarta Ditutup dan Dialihkan
Menurut data Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), subsidi LPG terus mengalami peningkatan. Pada 2016, subsidi LPG sebesar Rp24,94 triliun, naik menjadi Rp38,76 triliun pada 2017.
Kemudian, pada 2018 sebesar Rp58,14 triliun, dan pada 2019, subsidi LPG tercatat Rp54,15 trilliun.
“Sangat besar sekali nilai subsidi LPG tersebut. Maka pilihan-pilihan kita saat ini adalah salah satunya melakukan transformasi melalui akselerasi pembangunan jargas,” tambah Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Alimuddin Baso.
Dukungan Pemda
Rencana ini pun didukung penuh oleh Pemerintah Daerah. Salah satu dukungan datang dari Pemerintah Kota Batam yang mengusulkan pembangunan jargas agar menggandeng sektor properti terutama pengembang perumahan.
“Kami di tingkat hilir atau konsumen pemakai, menyambut baik program ini,” ujar Syamsul Bahrum selaku Pejabat Sementara Walikota Batam.
Pengembangan jargas di kota Batam, sambung Syamsul, dinilai sangat cocok karena kawasan ini tidak hanya terkenal sebagai kota industri, tetapi juga banyak dibangun perumahan. Bahkan, ia mengusulkan agar dikeluarkan aturan untuk mewajibkan pengembang membangun jargas.
Berdasarkan studi sementara, potensi pemasangan jargas di Kota Batam adalah 307.749 SR dengan estimasi total biaya adalah Rp2,37 triliun atau setara dengan Rp7,72 juta per sambungan rumah.
Jargas dibangun di daerah yang memiliki sumber gas atau dekat dengan sumber gas. Untuk Kota Batam, jargas yang telah dibangun dengan dana APBN sebanyak 4.001 SR dan pembangunan oleh PT PGN sebanyak 795 SR.
