Sistem ERP Akan Gantikan Ganjil Genap
Jakarta- Upaya penerapan jalan berbayar atau electric road pricing (ERP) di DKI Jakarta masih berjalan yang ditargetkan beroperasi pada 2021. Pengoperasian sistem ERP akan menghapus sistem ganjil genap yang saat ini tengah berjalan. Hal ini terjadi dikarenakan kedua sistem tersebut tidak dapat berjalan di ruas jalan yang sama. “Pertama 3 in 1 dan 4 in […]

Ananda Astri Dianka
Author


techrepublic.com
(Istimewa)Jakarta- Upaya penerapan jalan berbayar atau electric road pricing (ERP) di DKI Jakarta masih berjalan yang ditargetkan beroperasi pada 2021.
Pengoperasian sistem ERP akan menghapus sistem ganjil genap yang saat ini tengah berjalan. Hal ini terjadi dikarenakan kedua sistem tersebut tidak dapat berjalan di ruas jalan yang sama.
“Pertama 3 in 1 dan 4 in 1, itu kan, setelah itu ganjil genap, setelah itu terakhir baru condjusted pricing. Nah artinya kalau sudah diperlakukan ERP sudah tidak ada ganjil genap,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, disitat dari Kompas (22/10).
Perluasan wilayah ganjil genap baru saja diperluas oleh Pemprov DKI. Saat ini ada 25 ruas jalan dan 28 gerbang tol yang memberlakukan aturan ini.
Lelang proyek ERP sudah dimulai pada 2019, namun dibatalkan karena sejumlah hal di dalamnya dinilai bertentangan dengan undang-undang.
Kajian ERP akan dimulai dan ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun depan. Jika proses berjalan lancar, sistem ini diharapakan akan terealisasi pada tahun berikutnya.
