Nasional & Dunia

Setiap Tahun Rumah Tangga Singapura Membuang Makanan Senilai Rp48 Triliun

  • Rumah tangga Singapura membuang makanan yang tidak dikonsumi senilai sekitar USS $ 342 juta atau sekitar Rp48 triliun dalam satu tahun.  Secara volume, jumlah makanan yang terbuang setara dengan 68,4 juta piring nasi. Sebuah studi baru oleh Singapore Environment Council (SEC)  yang melakukan penelitian dengan Deloitte Singapura menyebutkan lebih dari 26.000 ton makanan yang tidak […]

Setiap Tahun Rumah Tangga Singapura Membuang Makanan Senilai Rp48 Triliun

Rumah tangga Singapura membuang makanan yang tidak dikonsumi senilai sekitar USS $ 342 juta atau sekitar Rp48 triliun dalam satu tahun.  Secara volume, jumlah makanan yang terbuang setara dengan 68,4 juta piring nasi.

Sebuah studi baru oleh Singapore Environment Council (SEC)  yang melakukan penelitian dengan Deloitte Singapura menyebutkan lebih dari 26.000 ton makanan yang tidak dikonsumsi dibuang dari rumah tangga setiap tahun karena penyimpanan yang tidak tepat, pola pembelian dan kebiasaan penanganan makanan.

Sebagai bagian dari penelitiannya, SEC mensurvei 1.002 responden di Singapura, dengan topik limbah makanan. SEC memperkirakan bahwa rata-rata, rumah tangga Singapura membuang makanan yang diperkirakan bernilai  6,57 juta dolar Singapura per minggu.

Sekitar sepertiga responden yang disurvei mengatakan mereka akan membuang 10 persen atau lebih bahan makanan yang tidak dimasak dan tidak dikonsumsi per minggu, kata SEC. Hanya sekitar 20 persen responden yang diklasifikasikan sebagai “konsumen pintar”.

Konsumen pintar adalah yang tidak membuang makanan yang tidak dikonsumsi, melakukan perencana yang efektif dan terorganisir dengan membuat daftar belanja barang makanan untuk dibeli, tidak terpengaruh oleh tawaran promosi untuk membeli kelebihan makanan yang berpotensi terbuang serta memastikan mereka mengkonsumsi semua makanan yang dibeli dan jangan membeli lebih dari yang mereka butuhkan. Selain itu berbelanja setidaknya seminggu sekali tanpa berkontribusi terhadap peningkatan limbah makanan

Sebagaimana dilaporkan Business Insider Selasa (06/08/2019), studi SEC juga mengungkapkan bahwa 342.000 ton makanan hilang di Singapura bahkan sebelum mencapai ritel dan konsumen. Ini adalah bagian dari perkiraan total 393.000 ton makanan – baik yang diimpor maupun dari pertanian lokal – yang hilang di fase hulu dan tengah. Menurut SEC, lebih dari 144.000 ton makanan hilang ketika makanan impor mendarat di Singapura.

Untuk makanan yang diproduksi secara lokal, lebih dari 5.000 ton makanan hilang saat produksi, dan hampir 2.000 ton makanan hilang selama penanganan dan penyimpanan pasca panen, kata SEC.