Sepanjang 2020, Laba Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Meningkat 119 Persen
JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp18,39 miliar sepanjang 2020. Jumlah tersebut melejit 119% dibandingkan dengan periode 2019 yang sebesar Rp8,39 miliar. Prestasi ini juga diikuti oleh penambahan total aset sebesar 15%, dari Rp1,7 triliun pada 2019 menjadi Rp1,96 triliun pada tahun lalu. Direktur Utama AJTM Hanindio […]

Aprilia Ciptaning
Author


Petugas keamanan berjaga dengan latar belakang logo beberapa perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Rabu 10 Juni 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp18,39 miliar sepanjang 2020. Jumlah tersebut melejit 119% dibandingkan dengan periode 2019 yang sebesar Rp8,39 miliar.
Prestasi ini juga diikuti oleh penambahan total aset sebesar 15%, dari Rp1,7 triliun pada 2019 menjadi Rp1,96 triliun pada tahun lalu.
Direktur Utama AJTM Hanindio W. Hadi mengungkapkan, dari sisi tingkat kesehatan keuangan, perseroan mencatat Risk Based Capital (RBC) sebesar 257%.
“Sepanjang 2020, alhamdulillah secara performance keuangan, kami sudah melebihi apa yang sudah kami capai sebelumnya pada 2019,” ungkap Hanindio dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu, 12 Juni 2021.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Ia menambahkan, untuk Rasio Kecukupan Investasi (RKI), semula persentasenya 104%, meningkat menjadi 111%. Kemudian dalam hal hasil underwriting, AJTM juga mengalami perbaikan. Semula negatif Rp11,69 miliar pada 2019, berbalik positif menjadi Rp97,48 miliar pada 2020.
Untuk tahun ini, Hanindio menyebut AJTM masih fokus terhadap produk-produk yang profitable bagi perusahaan. Mengingat kondisi saat ini masih terjadi pandem, ia lebih ingin menggenjot. inovasi produk.
Ke depan, Hanindio juga berharap dukungan dari seluruh pihak terkait, khususnya Pertamina Group untuk senantiasa mendukung kegiatan bisnis dan operasional AJTM.
“Kami mengajak perwira Pertamina untuk mempercayakan pengelolaan dana pensiunnya kepada AJTM,” tuturnya.
Saat ini, kata dia, perusahaan telah mempunyai mekanisme pengawasan yang lebih bagus. Terdapat komite yang terdiri dari serikat pekerja dan tim pengawas keuangan pengelolaan dari dana pensiun Pertamina.
