Senjata Bantuan Amerika Ini Paling Mengkhawatirkan Rusia
- Amerika terus meningkatkan bantuan senjatanya ke Ukraian. Dan dari berbagai senjata yang dipasok M982 Excalibur adalah yang sangat dicemaskan pasukan Rusia

Amirudin Zuhri
Author


Moskow-Amerika terus meningkatkan bantuan senjatanya ke Ukraian. Dan dari berbagai senjata yang dipasok M982 Excalibur adalah yang sangat dicemaskan pasukan Rusia
Awal Januari 2023 ini Amerika mengumumkan paket bantuan militer senilai US$3,75 miliar untuk Ukraina. Mereka termasuk beberapa sistem senjata canggih seperti kendaraan tempur infanteri Bradley, rudal Sea Sparrow hingga sistem pertahanan rudal Patriot.
Washington juga tengah mempertimbangkan untuk mengirim kendaraan lapis baja Stryker dan melobi dengan Berlin agar mengizinkan negar-negara lain mengirimkan tank Leopard-2 untuk Ukraina.
Namun, meski peralatan itu sangat berbahaya, Milisi Republik Rakyat Donetsk (DPR) justru paling khawatir dengan peluru artileri dipandu yang dipasok Amerika.
- Dilarang Bawa Lato-Lato ke Sekolah, KPAI: Jangan Rampas Hak Anak Bermain
- Liquid Rokok Elektrik Mengandung Sabu Beredar di Toko Online, Dijual Rp200 Ribu per Botol
- Dirut BRI: Potensi Indonesia Alami Resesi pada 2023 Hanya 3 Persen
Juru bicara DPR kepada kantor berita TASS Rusia mengatakan amunisi artileri M982 Excalibur berpotensi menjadi bagian paling berbahaya dari bantuan militer Amerika ke Ukraina. Mereka tidak punya cara untuk melawannya kecuali dihancurkan saat masih di gudang.
“Excalibur mungkin bagian pengiriman yang paling berbahaya. Amunisi ini dilengkapi dengan pencari dan dapat menyesuaikan jalur penerbangannya saat mendekati target. Mereka dipandu GPS dan inersia,” katanya Senin 16 Januari 2023.
Dia menegaskan hanya ada satu penanggulangan yakni kegiatan kontra-baterai yang efektif dengan serangan di gudang tempat amunisi itu disimpan dan kendaraan yang mengangkutnya ke peluncur. Mereka harus dicegah agar tidak dikirim ke posisi menembak.
Bahkan pengiriman kendaraan lapis baja canggih termasuk Stryker dinilai bukan hal yang istimewa. Pasokan ini hanya menyoroti fakta bahwa angkatan bersenjata Ukraina telah kehabisan kendaraan lapis baja.
Dalam bantuan yang diumumkan Pentagon pada 6 Januari akan mencakup lebih dari 500 peluru artileri dipandu Excalibur. Peluru mulai berdatangan ke Ukraina dan sejak itu mendatangkan malapetaka pada pasukan Rusia dan DPR.
Excalibur sangat penting untuk operasi balasan Ukraina. Dengan akurasi yang tepat, satu amunisi dapat membuat target seperti tank, bunker, atau depot pasokan hancur total.
Penting untuk dicatat bahwa artileri telah menjadi faktor utama dalam perang di Ukraina dan bentuk penyerangan yang paling konsisten oleh kedua pihak.
Pada satu titik dalam konflik yang sedang berlangsung, sekitar 20.000 peluru artileri sehari digunakan oleh militer Rusia di Donbas. Sebaliknya, Ukraina sering mempertahankan posisi mereka dan membalas tembakan ke Rusia dengan sekitar 6.000 peluru per hari.
Pengiriman Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 atau (HIMARS), Sistem Roket Peluncuran Ganda M270, dan Howitzer M-777 155mm terbukti telah sangat membantu Ukraina dalam mengubah lintasan konflik.
Howitzer M-777 155mm dan senjata artileri 155mm lainnya dapat menembakkan peluru M982 Excalibur. Selain Amerika, Inggris dan negara Eropa lainnya juga telah mengirimkan howitzer ke Kyiv.
Pengembangan Excalibur
M982 Excalibur, dikembangkan bersama antara BAE Systems dan Raytheon. BAE Systems membuat badan dan muatan, sementara Raytheon memasok sistem panduan.
Pada tahun 2004, pekerjaan pengembangan digabungkan dengan program Swedia-Amerika untuk membuat amunisi artileri dipandu.
Eksperimen penembakan pertama Excalibur dari howitzer M777 terjadi pada tahun 2003. Menggunakan panduan GPS amunisi ini dapat mencapai target dengan ketepatan 250–500 kaki. Ini biasanya digunakan untuk misi tembakan dukungan saat pasukan terlibat dalam pertempuran jarak dekat, atau berisiko tinggi membuat kerusakan tambahan.
Produksi massal M982 dimulai pada 2007 dan pada tahun 2015 Amerika berencana mendapatkan total 7.474 Eexcalibur. Harga setiap amunisi termasuk biaya pengembangan pada tahun 2016 adalah US$258.777. Atau sekitar hampir Rp4 miliar dengan kurs saat ini.
Ini membuat Excalibur lebih mahal daripada harga Howitzer M777 yang menembakkannya. Ketika produksi massal terus meningkat harga per unit turun menjadi US$68.000 dolar atau sekitar Rp1 miliar.
- Gegara Avatar: The Way of Water, James Cameron Jadi Sutradara Film Terlaris Sepanjang Masa
- Produsen Sepatu di Banten PHK 1.600 Karyawan
- Mudah Sekali Cara Setting Proxy WhatsApp di Android dan iPhone untuk Bisa Chatting Tanpa Internet
Excalibur digunakan oleh Angkatan Darat dan Korps Marinir Amerika. Pada tahun 2018 lebih dari 1.400 amunisi ini ditembakkan dalam pertempuran.
Selain Amerika M982 juga dalam digunakan oleh Swedia, Australia, Kanada, India, dan Belanda, Norwegia telah menyatakan minatnya untuk mendapatkan amunisi ini.
Setelah diluncurkan sirip mengembang memungkinkannya mengubah lintasannya dan mendarat di target yang ditentukan. Secara alami, daya tembak pasukan Ukraina dapat ditingkatkan secara signifikan oleh M982 Excalibur. Juga memungkinkan mereka meluncurkan serangan yang tepat untuk menghancurkan target penting Rusia.
Amunisi ini juga terintegrasi dengan sistem anti jamming. Sedangkan panduan inersia akan memberi kemampuan memberikan panduan dalam penerbangan yang akurat. Dan secara dramatis meningkatkan akurasi hingga kurang dari dua meter.
Dengan tiga opsi fuze yakni point-detonation, point-detonation delay, dan height-of-burst, Excalibur dapat digunakan dalam segala cuaca atau medan. Dengan berat 48 km amunisi ini bisa menyerang target pada jarak sekitar 40 km.
