Tren Global

Senjata Apa yang Mungkin Digunakan AS untuk Menyerang Iran?

  • Serangan baru Amerika terhadap Iran kemungkinan besar tidak akan meniru serangan tunggal yang menghantam tiga target nuklir tahun lalu.
b2.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID- Amerika Serikat (AS) belum melepas opsi militer untuk menyerang Iran,  tetapi jika hal itu terjadi kemungkinan serangan akan berbeda dengan yang dilakukan Amerika sebelumnya.

Pemerintahan Donald Trump menggembar-gemborkan pemboman situs nuklir Iran tahun lalu sebagai salah satu keberhasilan militer terbesarnya. NBp,ner B-2 menjatuhkan 14 bom terbesar di duniadan  menghantam dua instalasi nuklir Iran. Tidak ada korban jiwa atau kehilangan pesawat dari pihak Amerika. 

Kini Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lagi. Kali ini diklaim sebagai bentuk solidaritas dengan ratusan ribu warga Iran yang turun ke jalan untuk menentang rezim di Teheran.

Namun menurut para analis, serangan baru Amerika terhadap Iran kemungkinan besar tidak akan meniru serangan tunggal yang menghantam tiga target nuklir tahun lalu. Serangan untuk mendukung para demonstran perlu difokuskan pada sejumlah pusat komando dan target lain yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran,  pasukan Basij yang berafiliasi dengannya, dan kepolisian Iran.

Namun pusat-pusat komando tersebut terletak di daerah padat penduduk. Ini berarti ada risiko besar bahwa serangan AS akan menewaskan warga sipil yang justru ingin didukung oleh Trump. Dan membunuh warga sipil bisa menjadi bumerang.

“Apa pun yang dilakukan Amerika harus sangat tepat dan tanpa korban jiwa di luar pasukan Iran,” kata analis yang berbasis di Hawaii Carl Schuster sebagaimana dikutip CNN Selasa 15 Januari 2026. Dia juga mantan kapten Angkatan Laut Amerika.

Serangan apa pun yang melukai warga sipil bahkan jika tidak disengaja, berisiko mengasingkan para pembangkang yang hanya bersatu dalam kebencian mereka terhadap rezim. Schuster menambahkan kerugian membuat Amerika menjadi kekuatan asing yang mencoba menekan dan mendominasi Iran. Bukan pengaruh yang membebaskan.

Peter Layton, seorang peneliti tamu di Griffith Asia Institute di Australia menggemakan kehati-hatian terkait kemungkinan korban sipil. Tetapi dia mengatakan bahwa ada beragam target yang tersedia bagi Washington.

Pertama kepemimpinan tertinggi Iran mungkin rentan. Kemungkinan besar secara tidak langsung karena Iran telah belajar dari serangan Israel yang menargetkan dan membunuh anggota senior militer Iran dan ilmuwan nuklir tahun lalu

“Para pemimpin Iran telah melihat kebutuhan untuk menyebar dan menyembunyikan apa yang penting bagi mereka. Amerika menunjukkan bahwa mereka dapat menyerang apa pun yang dapat mereka temukan,” katanya.

menurut Layton menyerang rumah dan kantor para pemimpin rezim akan mengirimkan pesan.  Nilai militer yang ditimbulkan kecil, tetapi ini sebenarnya hanya sandiwara dalam melakukan sesuatu untuk para demonstran.

Baca juga:Rapuhnya Iran, Ribuan Warga Tewas dalam Kerusuhan Massal

Para analis mengatakan Washington juga bisa menyerang para pemimpin Iran dari segi keuangan.  Para pemimpin dan Garda revolusi memiliki berbagai bisnis komersial dan usaha penghasil uang di seluruh negeri. “Serang fasilitas-fasilitas spesifik yang penting secara finansial bagi mereka sebagai individu dan keluarga mereka,” kata Layton.

Dan target semacam itu ada banyak sekali. Mengutip perkiraan pemerintah Australia Layton mengatakan hingga dua pertiga dari produk domestik bruto Iran dikendalikan oleh Garda Revoluisi Iran.

Senjata yang Mungkin Digunakan

Meskipun pembom B-2 merupakan ujung tombak serangan AS tahun lalu terhadap situs-situs nuklir/ beragam target yang kini ada dalam rencana tersebut mungkin lebih cocok untuk aset-aset AS lainnya.

Markas besar dan pangkalan Garda Revolusi regional dapat dihantam oleh rudal jelajah Tomahawk. Rudal ini dikenal akurat dan dapat ditembakkan dari kapal selam dan kapal permukaan Angkatan Laut AS jauh dari pantai Iran. Hal ini  meminimalkan risiko korban jiwa bagi Amerika.

Opsi rudal jelajah lainnya adalah Joint Air-to-Surface Standoff Missile (JASSM). Rudal yang  Membawa hulu ledak penetrasi seberat 500 kg dan jangkauan hingga 1.000 kilometer. JASSM juga dapat ditembakkan jauh dari pantai Iran dari berbagai jet Angkatan Udara AS. Ini termasuk pesawat tempur F-15,  F-16,  F/A-18,  dan F-35. Selain itu pesawat pembom B-1/ B-2/ dan B-52.

Para analis mengatakan, drone juga bisa digunakan. Kemungkinan kecil kita akan melihat pesawat berawak menjatuhkan amunisi jarak pendek atau bom jatuh bebas. Karena hal itu kemungkinan akan dinilai terlalu berisiko.

Meskipun AS biasanya memiliki kapal induk di Timur Tengah,  pada hari Senin kapal induk terdekat, USS Abraham Lincoln, berada ribuan km jauhnya di Laut China Selatan. Kapal induk berlayar bersama sekelompok kapal lain yang juga dapat mengirimkan rudal dan dukungan lain untuk operasi. 

Pada musim gugur pemerintahan Trump memindahkan kelompok kapal induk bersama sejumlah kapal, pesawat, dan ribuan pasukan ke Karibia sebagai bagian dari kampanye tekanannya terhadap kepemimpinan Venezuela. Meskipun beberapa aset tersebut telah mulai ditarik kembali dari wilayah tersebut,  hal itu telah mengurangi pilihan yang tersedia bagi perencana militer untuk tindakan segera terhadap Iran.

Itu berarti setiap serangan udara yang mungkin akan segera terjadi akan datang dari berbagai pangkalan udara di wilayah Teluk Persia atau dari tempat yang lebih jauh.

Selama serangan B-2 tahun lalu, pesawat pembom siluman tersebut terbang tanpa henti dari pangkalan mereka di Missouri ke Iran. Pesawaat melakukan pengisian bahan bakar di udara di sepanjang perjalanan// Semua jet Angkatan Udara AS yang disebutkan di atas dapat diisi bahan bakar di udara.

Para analis mengatakan bahwa mengamati pergerakan pesawat tanker bisa menjadi salah satu tanda bahwa tindakan AS akan segera terjadi. Atau jika pesawat tempur seperti pembom B-1 atau F-15 Strike Eagle digerakkan lebih dekat ke Iran.

Apa pun metode yang mungkin dipilih pemerintahan Trump untuk menyerang Iran kali ini,   analis iperkirakan akan dramatis. Pemerintahan Trump tertarik pada pertunjukan teater// Ini berarti acara-acara dramatis, yang menarik perhatian media dan membuat orang takjub.

Dan perkirakan serangan itu akan berlangsung cepat. Seperti serangan tunggal tahun lalu terhadap fasilitas nuklir. “Pemerintahan Trump menyukai serangan singkat yang melibatkan risiko terendah bagi pasukan AS yang terlibat,” kata Layton.

Layton menambahkan salah satu cara untuk melakukan itu mungkin dengan menyerang fasilitas minyak di Teluk Persia. Target yang paling mudah dan aman. Hal itu akan merugikan Iran secara ekonomi dalam jangka menengah hingga Panjang.  Selain itu akan memunculkan drama yang diiringi kepulan asap besar dan mudah diliput oleh media eksternal.