Seni Mengelola Gaji Bagi First Jobber
Saatnya mengelola keuangan dengan baik dan benar

Ananda Astri Dianka
Author


blog.hdwallsource.com
(Istimewa)TrenAsia, JAKARTA-Bagi para first jobber, barangkali momen gajian pertama merupakan sesuatu yang sangat ditunggu. Namun, menerima gaji bukan berarti bisa bebas digunakan tanpa perhitungan yang jelas.
Seni mengelola gaji bukan hanya ilmu yang perlu dipahami oleh para pekerja pemula. Nyatanya, banyak para pekerja yang sudah lama pun masih kesulitan mengatur gajinya, sehingga banyak uang yang tidak mengalir di pos yang tepat.
Dilansir dari ZAP Finance (21/10) secara garis besar ada tiga pos alokasi gaji, yakni living, saving, dan playing. Untuk pos living diisi pengeluaran untuk biaya hidup, cicilan, zakat, transport, kos, dll. Adapun besaran ideal untuk pos ini adalah sebesar 50% dari total gaji.
Selanjutnya untuk pos saving, di sini bisa dialokasikan sebesar 30%. Pos ini berisikan dana darurat, investasi, asuransi, dan tabungan. Poin penting yang harus diperhatikan adalah adanya pos dana darurat. Ini menjadi penting karena tidak selalu uang tersedia di saat terjadi satu hal yang tiba-tiba.
Keadaan yang membutuhkan dana darurat antara lain hilangnya pekerjaan, perawatan yang tidak dibiayai oleh pihak asuransi, kendaraan atau rumah yang membutuhkan renovasi mendadak, musibah lain seperti bencana alam.
Pos terakhir adalah playing, para pekerja harus berhati-hati pada pos ini. Banyak yang menganggap bahwa keinginan hiburan seperti membeli baju, gawai, nonton bioskop, dan sebagainya adalah kebutuhan pokok yang justru menyita banyak alokasi di tempat yang tidak seharusnya.
Sebagai contoh, dengan gaji Rp5 juta per bulan, alokasikan 5% (Rp250.000) untuk sosial, 10% (Rp500.000) untuk dana darurat dan asuransi. Berikutnya, di pos terbesar, yakni biaya hidup dan cicilan bisa dialokasikan sebesar 60% (Rp3 juta). Selanjutnya di pos tabungan dan investasi, alokasikan 15% (Rp750.000). Terakhir, cukup sisihkan 10% (Rp500.000) untuk entertainmen.
Dengan membuat rancangan anggaran per bulan, akan mempermudah dan melacak arus keluar masuk penghasilan tiap bulan. Selain itu, anggaran tersebut bisa menjadi rambu-rambu, jika pengeluaran di maisng-maisng pos sudah hampir melampaui batas.
