Semangkuk Dimsum untuk Modal Pernikahan
Fauzi Achmad (28 tahun) harus mencari jalan lain untuk bisa melamar pasangannya Gea Andini (24 tahun). Pasalnya, selama pandemi COVID-19, penghasilannya sebagai seorang karyawan swasta harus dipangkas oleh perusahaan.

Fajar Yusuf Rasdianto
Author


Dimsum Merit milik Fauzi Azhmad / Sumber: Istimewa
(Istimewa)JAKARTA – Fauzi Achmad (28 tahun) harus mencari jalan lain untuk bisa melamar pasangannya Gea Andini (24 tahun). Pasalnya, selama pandemi COVID-19, penghasilannya sebagai seorang karyawan swasta harus dipangkas oleh perusahaan.
Otomotis, dana yang dapat ditabungnya untuk melamar Gea harus berkurang. Sementara tahun depan, kata dia, rencana pernikahan itu sudah harus tereleasasi.
“Kita punya gaji tetap dipotong, sama memang lagi ngumpulin dana buat nikah,” tutur Fauzi keapda TrenAsia.com, Minggu, 13 Desember 2020.
- Kisah Sukses UMKM: Kawan Motor, Bengkel Raup Pelanggan Instagram
- Ide Bisnis Menguntungkan Jelang Lebaran yang Ramai Diburu Pembeli
- Kisah Sukses UMKM: G-Shock Harga Miring? Coba ke Mons_Watch!
Karena niatan itu, Fauzi dan Gea pun memutar otak supaya dapat mencari tambahan untuk pernikahan keduanya. Walhasil, sebuah ide muncul untuk memulai bisnis kecil-kecilan.
Pada April 2020, tambah Fauzi, dia dan Gea resmi membuka usaha kuliner bernama Dimsum Merit. Nama ‘Merit’ sendiri diambil dari diksi berbahasa Inggris “married” yang berarti pernikahan.
Keduanya menjadikan usaha dimsum ini sebagai sarana untuk saling mengenal lebih dalam. Sekaligus juga untuk menjadikan setiap waktu mereka berdua lebih produktif.
“Kaya enggak mau ada waktu yang terbuang sia-sia gitu loh,” kata Fauzi.
Kini, Fauzi dan Gea telah sama-sama menjalankan bisnis dimsumnya. Mereka memiliki dua cara pemasaran produk, yakni secara daring maupun luring.
Dengan cara daring, produks dimsum itu dipasarkan melalui akun media sosial Instagram @dimsum.merit, TikTok, dan aplikasi loka pasar seperti Shopee dan Tokopedia. Sedangkan secara luring, mereka memiliki toko kecil-kecilan yang menjadi binaan Kecamatan Cinere, Jakarta Selatan.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- Tandingi Telkomsel dan Indosat, Smartfren Segera Luncurkan Jaringan 5G
- Bangga! 4,8 Ton Produk Tempe Olahan UKM Indonesia Dinikmati Masyarakat Jepang
“Tapi untuk yang offline kita jual hanya Sabtu-Minggu saja,” tambah Fauzi.
Sekarang Fauzi dan Gea telah mampu menghasilkan omzet sekitar Rp3 juta-Rp4 juta per bulan dari bisnisnya itu. Sebulan, sambung dia, profit dari bisnis itu bisa sekitar Rp500 ribu-Rp1 juta.
“Modalnya waktu itu sekitar Rp600 ribuan,” pungkas dia.
