Kian Menguat, Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Tembus US$2,19 Miliar pada April 2021
Indonesia kembali meneruskan tren surplus neraca perdagangan pada April 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai surplus Indonesia naik dari US$1,57 miliar pada Maret 2021 menjadi US$2,19 miliar pada April 2021.

Muhamad Arfan Septiawan
Author


Pekerja melakukan bongkar muat semen yang akan dimasukkan ke dalam kapal muatan barang di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu, 19 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Indonesia kembali meneruskan tren surplus neraca perdagangan pada April 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai surplus Indonesia naik dari US$1,57 miliar pada Maret 2021 menjadi US$2,19 miliar pada April 2021.
Adapun total surplus neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari hingga April 2021 sudah mencapai US$7,72 miliar. Capain itu tiga kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar US$2,22 miliar.
Melebarnya nilai surplus neraca perdagangan ini ditopang oleh melesatnya nilai ekspor Indonesia pada April 2021. Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyebut, kinerja ekspor-impor Indonesia tergolong sangat impresif.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
“Surplus pada April 2021 ini sangat menggembirakan karena kenaikan ekspornya lebih tinggi daripada kenaikan impor,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers, Kamis 20 Mei 2021.
Surplus neraca perdagangan terjadi ketika nilai ekspor melebihi impor. Suhariyanto mengungkapkan nilai ekspor Indonesia pada April 2021 melesat 51,94% year on year (yoy) menjadi US$18,48 miliar. Sementata total ekspor Indonesia periode Januari hingga April 2021 (year to date) mencapai US$67,38 miliar.
Ekspor non migas melesat 69,60% yoy menjadi US$0,96 miliar dari sebelumnya US$0,56 miliar pada April 2020. Sementara itu, ekspor non migas tumbuh agresif 51,08% yoy dari US$11,60 miliar pada April 2020 menjadi US$17,52 miliar pada April 2021.
Di sisi lain, nilai impor Indonesia pada April 2021 mencapai US$16,29 miliar atau tumbuh 29,93% yoy. Jika dibandingkan Maret 2021 (month to month/mtm), nilai impor Indonesia justru terkontraksi 2,98%.
Lebih rinci, impor migas pada April 2021 nilainya mencapai US$2,03 miliar atau tumbuh 136,86% yoy. Sementara itu, impor non migas naik 22,10% yoy menjadi US$14,26 miliar.
Suhariyanto menyebut pertumbuhan impor ini menjadi indikasi geliat industri semakin terasa pada awal kuartal II-2021 ini. Selain itu, surplus neraca perdagangan ini menjadi indikasi dari membaiknya permintaan yang memacu produksi industri di dalam negeri.
“Surplus kita pada April 2021 sebesar US$ 2,19 miliar, bukan menipis tapi lebih menguat, dan ini menjadi yang tertinggi. Neraca perdagangan Indonesia sudah mengalami surplus selama 12 bulan berturut-turut,” ucap Suhariyanto.
