Sekuritas Ini Sarankan Buy Saham BMRI, TLKM dan BBNI Usai Masuk Danantara
- Tiga emiten plat merah di bawah naungan Daya Anagata Nusantara (Danantara), yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Nega

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA – Tiga emiten plat merah di bawah naungan Daya Anagata Nusantara (Danantara), yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), menawarkan peluang menarik bagi investor. Apa saja itu?
Langkah strategis ini, yang didukung oleh Undang-Undang BUMN terbaru, berpotensi meningkatkan nilai aset dan efisiensi operasional. Namun, investor harus mempertimbangkan dinamika pasar global serta risiko yang mungkin muncul selama proses transformasi.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Kefas Sidauruk, menyebutkan bahwa peluang utama dari transformasi BUMN ini adalah peningkatan dividen serta imbal hasil (yield) yang lebih menarik bagi investor.
- Gurita Bisnis dan Jejak Hukum Rosan Roeslani
- Februari Kelam untuk Bitcoin? Simak Tren dan Prediksi Pasar Kripto Pekan Ini
- Bursa Prediksi Transaksi Kripto Derivatif Moncer Tahun Ini
“Dengan kebijakan baru yang memungkinkan reinvestasi dividen BUMN untuk meningkatkan nilai aset, investor dapat menikmati potensi kenaikan dividen,” jelas mereka dalam riset yang dipublikasikan pada Rabu, 26 Februari 2025.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan yield dividen Bank Mandiri naik menjadi 9,6%, BNI 11,2%, dan Telkom 7,1% jika rasio pembayaran dividen dinaikkan menjadi 80%, sehingga menarik bagi investor pencari pendapatan tetap.
Selain dividen, struktur super holding di bawah Danantara diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, alokasi modal, dan disiplin keuangan BUMN. Dengan manajemen terpusat, keputusan strategis dapat diambil lebih cepat dan optimal.
Transformasi ini juga mempercepat penyelesaian aset bermasalah, khususnya di sektor perbankan. Dengan kualitas aset lebih baik, Bank Mandiri dan BNI dapat mencatatkan kinerja stabil dan menarik minat investor jangka panjang.
Untuk itu, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli (buy) untuk saham BMRI dengan target harga Rp 5.900, BBNI Rp 5.100, dan TLKM Rp 3.680. Rekomendasi ini didasarkan pada optimisme peningkatan kinerja BUMN di bawah Danantara.
Tantangan dan Risiko bagi Investor
Di balik peluang tersebut, investor perlu mewaspadai tantangan dan risiko. Salah satunya adalah ketidakpastian pasar global yang dapat memengaruhi kinerja pasar saham Indonesia dalam jangka pendek maupun panjang.
Presiden Direktur CSA Institute, Aria Santoso, menyebut penurunan IHSG lebih dipengaruhi oleh faktor global, seperti kenaikan suku bunga di negara maju dan menurunnya daya tarik pasar emerging market.
Selain itu, meskipun transformasi Danantara dinilai positif, sebagian pelaku pasar mungkin tetap skeptis. Ketidakpastian implementasi serta dampak jangka panjangnya bisa menciptakan volatilitas di pasar saham dalam waktu dekat.
“Skeptisisme ini wajar mengingat transformasi besar seperti ini membutuhkan waktu serta koordinasi matang sebelum memberikan hasil signifikan. Investor perlu mempertimbangkan faktor ini sebelum mengambil keputusan,” jelasnya melalui keterangannya.
Tantangan lain adalah risiko operasional dan manajemen. Sebagai super holding, Danantara mengelola BUMN dengan skala besar, sehingga koordinasi antar-perusahaan, alokasi sumber daya, serta pengambilan keputusan strategis menjadi faktor krusial.
Selain itu, ketergantungan pada kebijakan pemerintah juga menjadi risiko. Perubahan regulasi di masa depan bisa memengaruhi stabilitas dan pertumbuhan BUMN di bawah Danantara, yang berdampak pada prospek investasi.

Ananda Astridianka
Editor
