Tren Leisure

Sejarah Hewan-Hewan yang Dijadikan Hewan Kurban

  • Sejarah hewan kurban mengajarkan kita banyak hal — tentang keikhlasan Nabi Ibrahim, tentang kepatuhan Nabi Ismail, dan tentang bagaimana berbagi bukan hanya dari yang berlebih, tapi juga dari sesuatu yang kita cintai.
Kurban Yayasan Limaruma 4.jpg
Pelaksanaan penyembelihan dan pembagian hewan kurban oleh Yayasan Limaruma di SDN 10 Pagi Ragunan Jakarta Selatan, 1 Juli 2023. Foto : Dok Yayasan Limaruma (trenasia.com)

JAKARTA - Iduladha, dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, merupakan salah satu hari besar umat Islam yang penuh makna. Setiap tahunnya, umat Muslim di seluruh dunia memperingati momen ini dengan menyembelih hewan kurban sebagai simbol ketakwaan dan bentuk kepedulian terhadap sesama. Tapi, pernahkah kamu bertanya: kenapa hewan seperti kambing, sapi, atau unta yang dipilih sebagai hewan kurban? Mari kita telusuri sejarah dan makna di baliknya.

Awal Mula: Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Tradisi kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS. Dalam mimpinya, Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih anaknya sebagai bentuk ketaatan total. Ketika perintah itu hendak dilaksanakan dengan penuh keikhlasan oleh keduanya, Allah menggantikannya dengan seekor domba sebagai kurban.

Peristiwa ini menjadi dasar spiritual ibadah kurban. Domba atau kambing menjadi hewan pertama yang digunakan sebagai simbol ketaatan dan pengorbanan dalam Islam. Inilah yang kemudian dilanjutkan oleh umat Muslim dalam bentuk penyembelihan hewan kurban pada Iduladha.

Jenis-Jenis Hewan Kurban dalam Islam

Dalam syariat Islam, hewan yang diperbolehkan untuk dikurbankan memiliki kriteria tertentu: sehat, cukup umur, dan bukan hewan cacat. Hewan-hewan ini juga disebut sebagai “an’am”, yaitu hewan ternak tertentu yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Berikut adalah hewan-hewan yang termasuk dalam kategori sah untuk kurban:

1. Kambing/Domba

Kambing dan domba adalah hewan kurban yang paling umum, terutama di daerah dengan populasi peternak kambing yang tinggi. Dalam sejarah Islam, domba adalah hewan pertama yang dikurbankan sebagai pengganti Nabi Ismail. Seekor kambing atau domba biasanya mewakili satu orang yang berkurban.

2. Sapi

Sapi menjadi pilihan populer di banyak negara karena ukurannya yang besar dan bisa dikurbankan atas nama tujuh orang. Sapi mulai menjadi hewan kurban pilihan seiring berkembangnya kebutuhan umat Islam di wilayah-wilayah pertanian dan perternakan besar, seperti di Asia Selatan dan Indonesia.

3. Unta

Unta merupakan hewan kurban yang paling mewah dan mahal, biasanya dikurbankan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Satu ekor unta bisa mewakili kurban dari tujuh orang. Dalam sejarahnya, unta memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Arab — sebagai alat transportasi, sumber pangan, dan simbol kemakmuran.

Makna Filosofis di Balik Hewan Kurban

Setiap hewan yang dipilih untuk kurban bukan hanya berdasarkan ukuran atau harga, tapi juga simbolisasi pengorbanan. Hewan-hewan ini mewakili sesuatu yang berharga, yang kita ikhlaskan untuk berbagi kepada sesama. Daging dari hewan kurban disalurkan kepada keluarga, tetangga, dan mereka yang membutuhkan, sehingga nilai spiritual dan sosialnya menjadi satu kesatuan.

Hewan Kurban di Berbagai Budaya Muslim

Tradisi kurban mungkin berbeda sedikit di tiap negara. Di Indonesia, sapi dan kambing paling umum digunakan. Namun, di Pakistan dan India, sapi dan kerbau menjadi primadona.

Sedangkan, di Arab Saudi dan negara Teluk, unta masih sering dijadikan hewan kurban utama. Lalu, di negara-negara Afrika, kadang domba dan kambing digunakan dalam skala besar karena populasi ternak lokal.

Penutup: Kurban adalah Ibadah dan Pengingat

Sejarah hewan kurban mengajarkan kita banyak hal — tentang keikhlasan Nabi Ibrahim, tentang kepatuhan Nabi Ismail, dan tentang bagaimana berbagi bukan hanya dari yang berlebih, tapi juga dari sesuatu yang kita cintai. Melalui kambing, sapi, atau unta, kita mempererat hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Jadi, saat kamu berkurban, ingatlah bahwa setiap hewan yang disembelih membawa jejak sejarah panjang, penuh makna, dan spiritualitas yang dalam.