Sedot Rp2,6 T, Jembatan Satwa di IKN Terealisasi Tahun 2026
- Jembatan satwa di kawasan Tol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Seksi 3B Segmen KKT Kariangu-Simpang Tempadung, Kalimantan Timur, mulai dibangun. Pembangunan koridor satwa sepanjang 81,6 meter itu diperkirakan menelan dana mencapai Rp2,6 triliun.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA—Jembatan satwa di kawasan Tol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Seksi 3B Segmen KKT Kariangu-Simpang Tempadung, Kalimantan Timur, mulai dibangun. Pembangunan koridor satwa sepanjang 81,6 meter itu diperkirakan menelan dana mencapai Rp2,6 triliun.
Jembatan tersebut nantinya berfungsi sebagai perlintasan satwa endemik Kalimantan seperti orangutan, macan dahan, bekantan, dan beruang madu. Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ermy Puspa Yunita, mengatakan pihaknya tidak hanya sekadar mengerjakan proyek infrastruktur, tapi juga kepedulian untuk menjaga ekosistem dan lingkungan.
“Perseroan menyadari, tak hanya manusia yang butuh fasilitas jalan aman dan nyaman, hewan pun membutuhkannya,” ujar Ermy dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 23 Mei 2025. Pihaknya mengatakan jembatan akan menyambungkan bukit dengan bukit, sehingga memudahkan perpindahan hewan-hewan yang berhabitat di hutan lindung Sungai Wein.
Sebagai informasi, Jalan Tol IKN Seksi 3B berdekatan dengan hutan lindung. Menurut Ermy, jembatan itu berupa dua lintasan berbentuk terowongan yang ditimbun tanah. Sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam menerapkan teknologi konstruksi berkelanjutan, lanjut dia, Waskita menggunakan timbunan ringan atau mortar busa sebagai pengganti timbunan tanah.
“Waskita merasa bangga dapat membangun jembatan ini sekaligus ikut berkontribusi menjaga fauna dan keseimbangan alam di Tanah Air,” tuturnya. Ermy menjelaskan tidak mudah mengerjakan proyek tersebut. Sebab, lokasi proyek berhimpitan dengan hutan lindung Sungai Wein yang merupakan koridor satwa liar.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk pun kini tengah membangun Jembatan Satwa di sekitar Tol IKN Seksi 3B Segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung, Kalimantan Timur. Dia mengatakan pelaksanaan konstruksi harus dibuat sesuai habitat para hewan supaya bisa melintas di atasnya tanpa terganggu jalan tol yang berada di bawah.
Pihaknya optimistis dapat menyelesaikan pembangunan Jembatan Satwa secara tepat waktu dan sesuai standar mutu. Proyek yang masuk dalam paket pekerjaan IKN Seksi 3B Segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung ini ditargetkan rampung Agustus tahun depan.
"Sebagai BUMN konstruksi yang sudah berpengalaman lebih dari 64 tahun membangun infrastruktur, Waskita terus berkomitmen memberikan hasil terbaik dalam setiap penyelesaian bangunan. Kami pun berharap proyek yang kami kerjakan dapat memberikan multiplier effects," kata Ermy.
Kehadiran koridor satwa yang berdampingan dengan proyek infrastruktur kini tengah menjadi perhatian. Terlebih, baru saja ada peristiwa tragis tertabraknya seekor anak gajah oleh truk di jalan tol Malaysia. LSM lingkungan Rimba Watch melontarkan kritik terhadap pembangunan jalan tol di Malaysia yang dinilai mengancam keanekaragaman hayati.
Baca Juga: Bagaimana IKN Lindungi Satwa Langka? Ini Desain Koridor Ekologisnya
Kejadian ini mencerminkan tantangan serupa yang dihadapi Indonesia, terutama dalam proyek pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Meskipun IKN diusung sebagai kota hutan berkelanjutan dan simbol peradaban baru yang harmonis dengan alam, proyek ini juga membawa potensi ancaman serius terhadap kelestarian satwa liar di kawasan tersebut.
Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kawasan sekitar IKN merupakan habitat bagi lebih dari 3.800 spesies flora dan fauna. Beberapa di antaranya tergolong langka dan terancam punah, seperti bekantan (Nasalis larvatus), pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), dan kucing merah (Catopuma badia).

Chrisna Chanis Cara
Editor
