Saham BBRI dan Bank Besar Melemah Serempak, Tapi Ada Potensi Upside
- Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan sejumlah emiten perbankan besar lainnya mengalami pelemahan secara serempak pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 16 Mei 2025. Koreksi ini terjadi setelah dua hari berturut-turut saham-saham tersebut melesat, didorong oleh aksi beli bersih investor asing.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan sejumlah emiten perbankan besar lainnya mengalami pelemahan secara serempak pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 16 Mei 2025. Koreksi ini terjadi setelah dua hari berturut-turut saham-saham tersebut melesat, didorong oleh aksi beli bersih investor asing.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga sesi pertama perdagangan hari ini, saham BBRI terkoreksi 1,41% ke level Rp4.210 per saham. Dari sisi volume, saham ini telah diperdagangkan sebanyak 1,94 juta lot dengan total nilai transaksi mencapai Rp819 miliar.
Pelemahan serupa juga terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Saham BBCA turun tipis 0,27% ke level Rp9.250 per saham, sedangkan saham BBNI melemah lebih dalam sebesar 1,78% ke level Rp4.420 per saham.
- Profil Ben & Jerry’s yang Pendirinya Ditangkap Karena Protes Serangan di Gaza
- COVID-19 di Singapura Naik Jadi 14 Ribu Kasus, Varian Baru Dominasi
- Bertambah Mahal Rp25.000, Cek Daftar Lengkap Harga Emas di Sini
Di tengah tekanan pada saham-saham bank besar, hanya saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatatkan penguatan. Saham berlogo pita emas ini naik 0,47% ke level Rp5.350 per saham, dengan volume transaksi mencapai 1,12 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp598 miliar.
Menariknya, di tengah dinamika perdagangan hari ini, saham-saham bank besar—terutama BBRI, masih menjadi incaran investor asing. Pada perdagangan Kamis, 15 Mei 2025, investor asing memborong saham BBRI senilai Rp909,9 miliar di pasar reguler, menjadikannya sebagai saham dengan nilai beli bersih (net buy) terbesar hari itu.
Tak hanya BBRI, aksi akumulasi juga terjadi pada saham Bank Mandiri (BMRI), dengan nilai beli bersih asing mencapai Rp498,3 miliar. Hasilnya, dalam dua hari terakhir, saham BBRI dan BMRI masing-masing telah terapresiasi sebesar 7,40% dan 7,86%.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Jeffrosenberg Chenlim dan Faiq Asad dalam riset terbarunya, pada awal pekan ini, mereka telah memprediksi adanya pembalikan arah arus modal asing yang sebelumnya sempat keluar dari pasar saham Indonesia akibat ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik global.
Karena itu, pelemahan yang terjadi hari ini dinilai sebagai koreksi wajar. “Kami yakini ini akan sangat menguntungkan bank-bank besar. Urutan preferensi kami terhadap bank-bank Indonesia adalah: BBRI, BBCA, BRIS, BMRI, dan BBNI,” tulis mereka dalam riset yang dikutip pada Jumat, 16 Mei 2025.
Menurut mereka, penguatan nilai tukar rupiah serta membaiknya indikator makroekonomi domestik dalam beberapa pekan terakhir menjadi sinyal positif bagi investor. Arus dana asing yang kembali masuk diperkirakan akan mengangkat saham-saham perbankan, khususnya yang valuasinya telah mengalami koreksi cukup dalam.
Dari kelima bank yang direkomendasikan, BBRI menjadi pilihan utama Maybank Sekuritas. Valuasi saham ini dinilai telah mencerminkan potensi kontraksi laba yang diperkirakan terjadi sepanjang 2025, sehingga menawarkan potensi upside yang menarik.

Ananda Astridianka
Editor
