Tren Leisure

Saat Penggemar Kehilangan Arah dalam Kontroversi NewJeans

  • MrBeast secara terbuka mengakui akun media sosialnya dibanjiri pesan yang memintanya untuk ikut campur dalam perselisihan kontrak yang sedang berlangsung.
Girl group K-pop NewJeans.
Girl group K-pop NewJeans. (x.com/NewJeans_ADOR)

JAKARTA, TRENASIA.ID – YouTuber asal Amerika Serikat, MrBeast, kreator dengan jumlah pelanggan terbanyak di dunia, secara tak terduga terseret ke dalam kampanye penggemar K-pop.

Hal ini terjadi setelah penggemar NewJeans membanjiri unggahan media sosialnya dengan permintaan agar ia “menyelamatkan” anggota NewJeans, Danielle, bahkan mendesaknya untuk membeli raksasa K-pop HYBE.

Kampanye tersebut datang dari para penggemar NewJeans yang dikenal sebagai Bunnies. Mereka mengklaim Danielle sedang diserang oleh label grup tersebut, ADOR. Dalam beberapa hari terakhir, para penggemar secara massal memposting tagar dan pesan di akun TikTok dan Instagram MrBeast, meminta agar ia turun tangan atau setidaknya menarik perhatian publik terhadap konflik tersebut.

Menurut para penggemar, akun MrBeast menjadi sasaran bukan karena ia memiliki hubungan langsung dengan masalah ini, melainkan karena ia sangat kaya, memiliki pengaruh global, dan sulit diabaikan di dunia maya. Bahkan, sebagian komentar meminta MrBeast untuk membeli HYBE, perusahaan induk NewJeans, meskipun hal itu jelas tidak realistis.

Seorang penggemar mengatakan tujuan utama aksi tersebut adalah eksposur, bukan soal kemungkinan terwujudnya.

“Kami tahu MrBeast tidak mungkin membeli HYBE, tetapi itu bukan inti masalahnya,” ujar penggemar tersebut, dilansir dari The Korea Times.

“Yang diinginkan Bunnies adalah perhatian dan visibilitas. Bahkan jika dia hanya mencari tahu situasinya atau sekadar menyinggung apa yang sedang terjadi pada NewJeans, hal itu saja sudah terasa sebagai hasil yang besar.”

Ketika cerita ini menyebar ke platform X (sebelumnya Twitter), MrBeast sempat menanggapi secara singkat di kolom komentar dengan nada bercanda, menulis, “Apa yang harus saya lakukan?”

Banyak pengguna internet Korea bereaksi dengan rasa malu terhadap situasi ini. Sebagian mengaku merasakan secondhand embarrassment dan berseloroh bahwa para penggemar mungkin selanjutnya akan meminta bantuan “Elon Musk.”

Dilansir dari KbiZoom, sebelumnya, pada 6 Januari 2026, MrBeast secara terbuka mengakui akun media sosialnya dibanjiri pesan yang memintanya untuk ikut campur dalam perselisihan kontrak yang sedang berlangsung yang melibatkan anggota NewJeans, Danielle. Masalahnya? MrBeast tidak memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan Danielle, NewJeans, ADOR, atau HYBE.

Namun para penggemar terus menuntut tindakan, bahkan beberapa menyarankan agar ia mengakuisisi HYBE, sebuah perusahaan yang terdaftar di KOSPI dan berada di peringkat ke-49 dalam kapitalisasi pasar, dengan nilai lebih dari 13,6 triliun KRW. Pertanyaan retoris MrBeast mengungkap ketidakrealistisan tuntutan-tuntutan tersebut.

YouTuber asal Amerika Serikat, MrBeast. (x.com/AniEMPIRE)

Sekaya atau seberpengaruh apa pun pihak ketiga, sengketa kontrak eksklusif dan klaim ganti rugi bukanlah masalah yang dapat diselesaikan melalui intervensi pihak luar. Proses hukum, terutama yang melibatkan ratusan miliar won, beroperasi dalam kerangka hukum, bukan sentimen publik atau pengaruh selebriti.

Meskipun demikian, beberapa penggemar meningkatkan aksi mereka di luar media sosial. Laporan menunjukkan ribuan faks protes dikirim ke Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Namun, badan administratif tidak mengadili sengketa kontrak pribadi, dan tekanan publik pun tidak dapat mengubah keputusan pengadilan.

Tindakan tersebut menunjukkan dorongan emosional, namun juga mencerminkan kurangnya pemahaman yang mengkhawatirkan tentang cara kerja sistem hukum dan institusi.

Yang kerap terabaikan adalah dampak dari aksi-aksi ini terhadap NewJeans secara keseluruhan. Meskipun secara teori sengketa hukum seorang anggota seharusnya dipisahkan dari aktivitas grup, dalam praktiknya persepsi publik jarang mampu membuat pemisahan seperti itu.

Perilaku penggemar yang berlebihan dan tidak terarah berisiko mengubah masalah kontrak yang kompleks menjadi kontroversi di seluruh grup, yang berpotensi merusak citra jangka panjang, nilai merek, dan peluang masa depan NewJeans. Ironisnya, hal ini juga dapat merugikan Danielle sendiri.

Dalam industri K-pop saat ini, fandom bukan lagi pendukung pasif. Mereka terorganisir, berpengaruh secara finansial, dan mampu membentuk narasi. Dengan kekuatan itu datang pula tanggung jawab.

Tahun lalu, selama konflik antara mantan CEO ADOR Min Heejin dan HYBE, beberapa penggemar NewJeans menunjukkan kedewasaan ini. Mereka mengirimkan truk protes ke markas HYBE dengan pesan yang mendesak pengambilan keputusan yang rasional dan memperingatkan terhadap tindakan litigasi yang berkepanjangan yang berakar pada pemikiran strategis daripada loyalitas buta.

Para penggemar tersebut memahami bahwa dalam beberapa situasi, bentuk dukungan terbaik bagi seorang artis justru adalah menyarankan sikap menahan diri, bukan memperkeruh keadaan.

Pada akhirnya, ada kenyataan pahit yang perlu diakui: pihak yang sebenarnya perlu diyakinkan oleh para penggemar ini bukanlah HYBE, ADOR, lembaga pemerintah, maupun MrBeast.

Mereka perlu membujuk Danielle sendiri.

Meyakinkannya untuk mempertimbangkan kembali jalan yang mungkin bukan yang terbaik untuknya dalam jangka panjang membutuhkan empati, penalaran, dan perspektif, bukan kampanye tekanan eksternal yang mengundang ejekan atau reaksi negatif.

Semangat penggemar telah lama menjadi salah satu kekuatan terbesar K-pop. Namun, ketika semangat itu beroperasi tanpa arah, logika, atau akuntabilitas, hal itu dapat dengan cepat menjadi beban baik bagi artis maupun kredibilitas fandom.

Perselisihan terkait Danielle semakin memanas setelah ADOR memberi pemberitahuan pemutusan kontrak dan mengeluarkannya dari NewJeans. Pada 31 Desember 2025, agensi tersebut juga mengajukan gugatan ganti rugi yang dilaporkan bernilai sekitar 43,1 miliar won, yang mendorong Danielle untuk menunjuk kuasa hukum.

Kasus ini menambah babak dramatis lain dalam rangkaian konflik korporasi dan hukum yang melingkupi NewJeans. Di sisi lain, situasi tersebut juga menyoroti sejauh mana aktivisme penggemar di era modern dapat berkembang, bahkan sampai menyeret salah satu kreator internet paling berpengaruh di dunia, yang sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan K-pop.