Tren Leisure

Saat AI Rombak Industri Fashion Dunia

  • AI memainkan peran penting dalam proses trend forecasting atau peramalan tren di industri fashion. Simak ulasannya.
Prediksi Tren Fashion 2026.
Prediksi Tren Fashion 2026. (BBC)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Industri fashion tengah mengalami perubahan fundamental seiring meningkatnya peran Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai aspek bisnis mode, dari perancangan koleksi hingga manajemen rantai pasok. 

Transformasi ini tidak hanya mempercepat proses kreatif, tetapi juga membantu merek fashion menjadi lebih efisien, kolaboratif, dan ramah lingkungan.

Menurut laporan The Economic Times, dikutip Sabtu, 17 Januari 2025, Kalyani Kulche, founder ambarom.ai, menjelaskan bahwa AI telah membuka berbagai peluang baru bagi desainer dan pelaku industri. 

“AI bukan sekadar alat bantu, teknologi ini menjadi central dalam cara merek fashion mendesain, memproduksi, dan mengembangkan usahanya,” papar Kalyani.

AI Percepat Desain dan Prediksi Tren

AI memainkan peran penting dalam proses trend forecasting atau peramalan tren di industri fashion. Jika sebelumnya desainer banyak mengandalkan intuisi, pengalaman personal, serta observasi manual terhadap pasar, kini teknologi AI memungkinkan analisis data dalam skala besar dan waktu yang jauh lebih singkat. 

AI dapat memetakan tren global melalui data media sosial, pencarian daring, penjualan historis, hingga perubahan preferensi konsumen di berbagai wilayah, sehingga memberi gambaran tren yang lebih akurat dan terkini.

Pendekatan berbasis data, membantu merek fashion menciptakan koleksi yang lebih relevan dengan permintaan pasar. Dengan prediksi tren yang lebih presisi, perusahaan dapat menyesuaikan jumlah produksi, warna, desain, dan model pakaian sesuai kebutuhan konsumen. 

Hal ini secara langsung menekan risiko oversupply atau penumpukan stok produk yang tidak terjual, yang selama ini menjadi salah satu masalah utama dalam industri fashion.

Selain peramalan tren, penerapan virtual sampling juga menjadi terobosan penting dalam proses desain. Melalui teknologi tersebut, desainer dapat membuat prototipe digital dan visualisasi koleksi secara virtual sebelum memproduksi barang fisik. 

Proses ini tidak hanya memangkas waktu pengembangan produk, tetapi juga mengurangi penggunaan bahan dan limbah produksi. 

Dengan siklus desain yang lebih cepat dan efisien, merek fashion dapat merespons perubahan tren pasar dengan lebih gesit sekaligus mendukung praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.

Baca juga : Mau Beli ORI029? Cek Daftar Agen Penjual Resmi SBN di Sini

Percepat Kolaborasi dan Supply Chain

AI dinilai juga membantu mempercepat kerja lintas tim seperti desain, produksi, dan pemasaran. Teknologi ini memungkinkan komunikasi yang real-time serta otomatisasi tugas rutin, sehingga kolaborasi antar divisi menjadi lebih cepat dan terkoordinasi.

AI juga membantu tim produksi dalam merencanakan jadwal kerja, memperkirakan kebutuhan bahan baku, dan mengurangi waktu siklus produksi secara keseluruhan. 

Tak hanya desain, AI juga memberi dampak signifikan pada rantai pasok (supply chain). Dengan prediksi permintaan yang semakin akurat dan pengelolaan inventori yang real-time, merek fashion mampu mengoptimalkan produksi dan distribusi barang, serta mengurangi biaya logistik dan kelebihan stok.

Pendekatan AI di area ini membantu perusahaan fashion beradaptasi dengan dinamika pasar yang cepat berubah, serta mengurangi pemborosan yang berdampak negatif pada lingkungan.

Economic Times menekankan teknologi AI tidak lagi bersifat eksperimental, melainkan elemen penting bagi strategi jangka panjang merek fashion. Merek yang menerapkan AI lebih cepat dalam pengambilan keputusan, respons terhadap tren, serta lebih efisien dalam pengelolaan produksi dan distribusi.

Dengan demikian, AI turut membentuk lanskap fashion global yang lebih gesit, adaptif, sekaligus berkelanjutan di era digital.