Rupiah Stabil di Rp17.690, Pasar Asia Bergerak Beragam
- Rupiah dibuka stabil di Rp17.690 per dolar AS. Simak pergerakan mata uang Asia dan prospek rupiah setelah menguat dalam beberapa perdagangan terakhir.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Nilai tukar rupiah bergerak relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Rupiah di pasar spot dibuka di level Rp17.690 per dolar AS, menguat tipis 4 poin atau sekitar 0,02% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.694 per dolar AS.
Pergerakan rupiah yang terbatas terjadi setelah mata uang Garuda mencatat tren penguatan pada perdagangan sebelumnya. Posisi di bawah level Rp17.700 menunjukkan rupiah masih mampu mempertahankan penguatan setelah dalam beberapa pekan terakhir sempat menghadapi tekanan hingga menembus Rp18.000 per dolar AS.
Pada awal perdagangan Asia, pergerakan mata uang kawasan cenderung bervariasi. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,36% terhadap dolar AS. Selanjutnya, dolar Taiwan menguat 0,19%, baht Thailand naik 0,13%, yen Jepang menguat 0,07%, dan dolar Hong Kong bertambah 0,04%.
Sebaliknya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,06%. Peso Filipina turun 0,05%, yuan China melemah 0,04%, sementara dolar Singapura juga bergerak di zona merah.
Pergerakan yang beragam menunjukkan investor masih melakukan seleksi terhadap aset di kawasan Asia. Rupiah yang hanya bergerak beberapa poin juga mencerminkan belum adanya katalis kuat yang mendorong investor melakukan perubahan posisi secara besar-besaran pada awal pekan.
Apa yang Berubah Hari Ini?
Rupiah masih bertahan di bawah level Rp17.700 per dolar AS, tetapi penguatannya sangat tipis. Kondisi tersebut lebih tepat dibaca sebagai stabilisasi setelah tren penguatan sebelumnya daripada sinyal bahwa rupiah sedang memasuki fase apresiasi yang kuat.
Di pasar Asia, penguatan won, dolar Taiwan, baht, dan yen menunjukkan sebagian mata uang regional masih mendapatkan dukungan. Namun, pelemahan ringgit, peso, yuan, dan dolar Singapura memperlihatkan sentimen investor belum sepenuhnya seragam.
Apa Artinya bagi Masyarakat?
Kurs rupiah di bawah Rp17.700 per dolar AS menjadi kabar positif bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan dalam mata uang dolar. Biaya perjalanan luar negeri, pendidikan, maupun pembelian barang dari luar negeri menjadi relatif lebih ringan jika dibandingkan ketika rupiah berada di atas Rp18.000.
Bagi pelaku usaha, rupiah yang stabil juga membantu memberikan kepastian dalam menghitung biaya impor bahan baku dan produk. Namun, penguatan tipis pada hari ini belum cukup untuk langsung berdampak terhadap harga barang di tingkat konsumen.
Yang Perlu Dipantau Investor
Investor perlu mencermati arah dolar AS dan perkembangan pasar keuangan global setelah memasuki pekan baru. Selain itu, pergerakan mata uang Asia dapat menjadi indikator untuk melihat apakah penguatan rupiah memiliki dukungan regional atau hanya bersifat sementara.
Jika rupiah mampu bertahan di bawah Rp17.700 dan tekanan terhadap dolar AS berlanjut, ruang penguatan masih terbuka. Sebaliknya, penguatan dolar dan memburuknya sentimen global dapat kembali mendorong rupiah ke level yang lebih tinggi.

Chrisna Chanis Cara
Editor
