Tren Pasar

Rupiah Melemah ke Rp17.903, Harga Minyak Jadi Harapan Penguatan

  • Rupiah dibuka melemah 0,12% ke Rp17.903 per dolar AS. Harga minyak turun, tetapi yield US Treasury tinggi membatasi penguatan rupiah.
Uang rupiah dan dolar AS
Uang rupiah dan dolar AS (Freepik.com/8photo)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Rupiah berada di level Rp17.903 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 21 poin atau sekitar 0,12% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.882 per dolar AS.

Meski dibuka melemah, rupiah masih berpeluang menguat sepanjang perdagangan hari ini. Salah satu sentimen yang menopang rupiah berasal dari penurunan harga minyak mentah dunia menyusul rencana negara-negara G7 melepas cadangan minyak strategis.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penurunan harga minyak dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat terhadap dolar AS.

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia oleh rencana pelepasan cadangan oleh negara G7,” kata Lukman, Senin 5 Oktober 2026.

Penurunan harga minyak menjadi sentimen penting bagi rupiah karena Indonesia masih memiliki kebutuhan impor minyak dan produk energi. Harga minyak yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan terhadap kebutuhan dolar AS untuk pembayaran impor energi.

Penguatan Rupiah Diperkirakan Terbatas

Namun, peluang penguatan rupiah diperkirakan belum terlalu besar. Lukman menilai imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) yang masih tinggi tetap menjadi faktor yang menopang daya tarik aset berbasis dolar AS.

“Namun penguatan diperkirakan terbatas oleh imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi,” ujarnya.

Yield Treasury yang tinggi dapat membuat investor mempertahankan eksposur terhadap aset dolar AS karena menawarkan tingkat imbal hasil yang relatif menarik. Kondisi tersebut berpotensi membatasi arus dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

“Rupiah akan berada di range Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS hari ini,” kata Lukman.

Apa Artinya bagi Masyarakat?

Pergerakan rupiah terhadap dolar AS tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi harga barang dan komoditas yang bergantung pada impor. Pelemahan rupiah biasanya meningkatkan biaya dalam rupiah untuk memperoleh barang yang dibayar menggunakan dolar AS.

Sebaliknya, jika harga minyak dunia turun dan rupiah mendapat ruang untuk menguat, tekanan terhadap biaya impor energi dapat berkurang. Dampaknya terhadap harga di tingkat konsumen tetap bergantung pada perkembangan harga komoditas global, nilai tukar, serta kebijakan harga di dalam negeri.

Yang Perlu Dipantau Investor

Investor perlu mencermati perkembangan harga minyak mentah dan arah yield US Treasury sepanjang perdagangan. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi keseimbangan antara permintaan dolar AS dan minat investor terhadap aset di pasar negara berkembang.

Pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh sentimen global serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS. Dengan demikian, meski harga minyak memberikan sentimen positif, tingginya yield obligasi AS masih menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan rupiah.