Nasional

Revitalisasi, Pengelola Solo Safari Masih Cari Dana Rp140 Miliar

  • Pengelola Solo Safari masih membutuhkan dana sekitar Rp140 miliar untuk merevitalisasi kawasan secara total.
Kunjungi-Solo-Safari-Presiden-Jokowi-Tinjau-Progres-Revitalisasi.jpeg
Presiden Joko Widodo bersama keluarga mengunjungi Solo Safari pada Senin 23 Januari 2023. (presidenri.go.id)

SOLO - Pengelola Solo Safari masih membutuhkan dana sekitar Rp140 miliar untuk merevitalisasi kawasan secara total. Saat ini pembangunan Solo Safari baru terealisasi untuk tahap pertama sebesar Rp35 miliar. Solo Safari memerlukan Rp175 miliar untuk peremajaan total.

Angka Rp175 miliar merupakan hasil kajian Taman Safari Indonesia untuk menyulap kebun binatang yang dulu bernama Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) itu secara optimal. Sebagai informasi, dana pembangunan tahap pertama Solo Safari berasal dari donasi. Kini proyek revitalisasi awal itu sudah mencapai 90% dan siap dibuka untuk umum 27 Januari 2023. 

Saat ini Solo Safari memiliki sejumlah wahana seperti Asian Panorama yang menyimpan koleksi satwa dari Benua Asia seperti anoa, komodo, tapir hingga beruang madu. Ada pula Primate Island, pulau yang berisi primate seperti siamang, kukang, owa dan orang utan. Solo Safari juga mengembangkan zona African Savannah yang berisi koleksi hewan dari Benua Afrika seperti singa, elang, gnu dan watusi. 

Tahun ini Taman Safari Indonesia mengupayakan kelanjutan pembangunan tahap kedua dengan biaya sekitar Rp30 miliar. 

General Manager Solo Safari, Shinta Adithya, mengatakan Solo Safari akan menjadi ikon baru Kota Bengawan. Shinta menyebut Solo Safari ditargetkan mengubah tujuan turis dari sekadar wisata kuliner menjadi wisata edukasi di kebun binatang. 

“Mungkin selama ini orang datang ke Solo fokusnya hanya kulineran saja. Nanti ketika sudah ada Solo Safari, harapannya bisa mendatangkan banyak wisatawan untuk lebih lama stay di Solo,” ujarnya seperti dikutip TrenAsia.