Review Drakor Our Universe, Saat 2 Anak Muda Mengurus Balita
- Sun Tae Hyeong (Bae In Hyuk) dan Woo Hyun Jin (Roh Jeong Eui) bukanlah sepasang kekasih . Namun tiba-tiba terikat oleh keadaan untuk merawat balita

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Romansa mungkin menjadi penggerak utama sebagian besar drama Korea, tetapi Our Universe justru dimulai di titik ketika kisah fantasi biasanya berakhir, sebuah kesalahan yang memaksa dua anak muda yang belum siap untuk membesarkan seorang anak yang sama sekali tidak mereka rencanakan. Tanggung jawab tidak datang dengan lembut, menghantam tanpa peringatan.
Sun Tae Hyeong (Bae In Hyuk) dan Woo Hyun Jin (Roh Jeong Eui) bukanlah sepasang kekasih yang ditakdirkan bersama dalam Our Universe. Mereka adalah dua anak muda yang masih belum matang secara emosional, namun tiba-tiba terikat oleh keadaan untuk merawat balita bernama Woo Joo (Park Yoo Ho).
Tae Hyeong bersifat impulsif dan kerap memilih jalan yang paling praktis, sementara Hyun Jin, yang selama ini bergantung pada dukungan kakanya, masih ragu untuk berdiri mandiri. Mereka tinggal bersama bukan karena cinta, melainkan sebagai upaya memperbaiki situasi yang terlanjur terjadi.
Patut diapresiasi, drama ini menampilkan ketulusan niat para karakternya. Mereka bukan sosok antagonis yang terjebak mengasuh bayi, melainkan dua anak muda dengan banyak kekurangan yang berusaha, meski kerap kikuk untuk bertanggung jawab atas seorang anak setelah sebuah kejadian tak terduga membalikkan hidup mereka.
Episode-episode awal dipenuhi rasa canggung dan tekanan. Tae Hyeong berusaha menghindari beban pengasuhan, tergoda untuk mundur. Sementara Hyun Jin terombang-ambing antara rasa kewalahan dan tekad yang diam-diam menguat.
Namun perlahan, lewat kekacauan mengganti popok, pencarian kerja, dan perundingan melelahkan di tengah malam, tumbuh sesuatu yang lebih kokoh, bukan sekadar tanggung jawab, tetapi juga rasa hormat yang awalnya enggan diakui.
Dari pergulatan sehari-hari yang sederhana inilah benih-benih romansa mulai muncul. Krisis yang mereka hadapi bersama melunakkan sisi-sisi tajam satu sama lain. Momen ketika salah satu menunjukkan kemampuan justru menjadi daya tarik tersendiri. Menyaksikan satu sama lain berusaha dan gagal perlahan menjadi dasar kedekatan mereka.
Saat drama ini menyoroti perubahan alami dari sekadar rekan pengasuh menjadi pasangan yang masih ragu-ragu, pesonanya terasa lembut dan tulus. Chemistry di antara mereka pun tampak mengalir apa adanya, bukan sesuatu yang dipaksakan.
Dilansir dari India Today, meski demikian, sebagian besar daya tarik cerita justru bertumpu pada Woo Joo sendiri. Balita ini bukan sekadar pemanis, ia adalah jangkar emosional narasi.
Lewat arahan yang kreatif, mulai dari subtitle imajinatif untuk ocehan bayi, sorotan kamera yang sengaja diperlambat pada reaksinya, hingga komposisi gambar yang menempatkannya sebagai pengamat alih-alih aksesori, Woo Joo diperlakukan sebagai bagian aktif dalam rumah tangga tersebut.
Orang-orang dewasa berbicara padanya, mempertimbangkan keinginannya, dan menyesuaikan diri dengan suasana hatinya. Pendekatan ini terasa segar dibandingkan penggambaran anak-anak yang kerap hanya menjadi latar belakang.
Our Universe bergerak naik-turun antara komedi ringan dan drama yang membumi. Humor fisik Bae In Hyuk tampil efektif dalam adegan-adegan pengasuhan yang kacau, sementara permainan emosi Roh Jeong Eui yang lebih tenang memberi kedalaman pada perkembangan karakter Hyun Jin.

Gaya visualnya pun mencerminkan kehidupan mereka yang belum stabil, framing asimetris, suntingan dinamis, dan sudut pengambilan gambar yang dilebih-lebihkan memperkuat ritme komedinya.
Namun, setelah enam episode drama Korea ini tampak belum sepenuhnya mantap menentukan pusat ceritanya. Apakah ini kisah tentang dua anak muda yang belajar dewasa lewat pengasuhan bersama dan perlahan jatuh cinta?
Ataukah sebuah segitiga romansa yang berkembang di tengah kekacauan mengurus bayi? Alurnya sesekali terasa goyah, sehingga tema terkuatnya yaitu wali yang awalnya terpaksa lalu berkembang menjadi kemitraan sejati, sedikit melemah akibat subplot yang kurang tergarap maksimal.
Beberapa alur cerita diperkenalkan dengan penuh misteri, namun kemudian seolah ditinggalkan begitu saja. Salah satunya adalah sosok kakak Tae Hyeong, yang sebelumnya tampak sangat ingin berbicara dengannya sebelum insiden yang memicu seluruh rangkaian peristiwa terjadi.
Apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan tidak pernah dijelaskan secara gamblang, dan cerita pun tidak memberi petunjuk kuat bahwa hal tersebut akan kembali dibahas. Benang-benang cerita yang menggantung seperti ini menimbulkan kesan alur yang serba kebetulan, alih-alih terjalin secara utuh dan padu.
Meski demikian, inti tematik drama ini tetap terasa kuat. Ceritanya menggali pertanyaan tentang apakah individu yang belum matang secara emosional mampu bertumbuh menjadi pengasuh yang dapat diandalkan. Mengasuk anak bersama di sini memang melelahkan, tapi bukan sesuatu yang mustahil dijalani, sulit, namun bukan tak teratasi.
Drakor ini memang tidak selalu konsisten, kadang mengalami benturan nada, dan sesekali tampak terlalu optimistis dalam menggambarkan sistem dukungan di sekitar para tokohnya. Namun, ketulusannya tetap terasa. Saat cerita berfokus pada upaya nyata dua anak muda yang memilih untuk bertahan dan terus mencoba, drama ini berhasil menyentuh.
Our Universe mungkin belum sepenuhnya menentukan jati dirinya, tetapi dalam momen-momen terbaiknya, ia menangkap sesuatu yang diam-diam menggetarkan, yaitu kedewasaan bukanlah sakelar yang langsung menyala setelah krisis terjadi. Ia dibangun perlahan, melalui pengulangan, penyesalan, dan tekad.
Dan di rumah tangga ini, justru anggota yang paling kecil memiliki daya tarik dan pengaruh terbesar. Our Universe tersedia secara global dan bisa ditonton melalui HBO Max, Rabu dan Kamis pukul 20.40 WIB.
Tonton drakor tersebut di situs resmi atau legal, jangan nonton di situs seperti LK21, IndoXXI, Indofilm, Oppadrama, PusatFilm, Bioskopkeren, Garasi Film 21, dan Layarkaca21, hingga nonton bajakan di Telegram. Streaming ilegal memiliki berbagai risiko, mulai dari terpapar malware berbahaya hingga potensi pencurian data pribadi.

Distika Safara Setianda
Editor
