Tren Pasar

Review Broker Stockbit, Fitur, Kelebihan, dan Kekurangan

  • Berikut saya susun ulang menjadi artikel review broker Stockbit dengan gaya berita–review profesional, rapi, mengalir, dan siap dipublikasikan di media seperti
stockbbit.jpg
Stockbit (Stockbit)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Di tengah pesatnya pertumbuhan investor ritel di pasar modal Indonesia, Stockbit Sekuritas Digital menjadi salah satu broker saham yang paling banyak digunakan. Popularitas Stockbit tidak lepas dari biaya transaksi yang kompetitif, fitur analisis mendalam, serta ekosistem komunitas investor yang aktif.

Namun, di balik keunggulannya, Stockbit juga memiliki sejumlah catatan yang perlu dipertimbangkan, terutama bagi investor pemula. Berikut ulasan lengkap mengenai biaya, fitur, kelebihan, hingga kekurangan broker Stockbit.

Salah satu daya tarik utama Stockbit adalah struktur biaya yang relatif rendah dan transparan. Seluruh komponen biaya utama sudah terintegrasi langsung dalam persentase fee jual dan beli, sehingga investor tidak perlu menghitung biaya tambahan secara terpisah.

Rincian biaya transaksi di Stockbit:

  • Fee beli saham: 0,15%, Termasuk biaya broker, retribusi BEI, KPEI, KSEI, serta PPN.
  • Fee jual saham: 0,25%, Sudah termasuk seluruh biaya broker dan PPh Final 0,1% atas penjualan saham.
  • ETF, Right, dan Warrant:, Fee beli 0,15% dan fee jual 0,15%, tanpa PPh final.

Dengan skema ini, biaya transaksi Stockbit tergolong kompetitif di kelas sekuritas digital dan cocok bagi trader dengan frekuensi transaksi tinggi.

Baca juga : Cek Jadwal Bank BRI, BCA, BNI, Mandiri Saat Natar

Biaya Tambahan 

Meski biaya utama sudah terintegrasi, Stockbit tetap memberlakukan beberapa biaya tambahan dalam kondisi tertentu:

Bea Materai: Rp10.000 per transaksi, hanya dikenakan jika memenuhi kriteria sesuai PMK No. 134/PMK.03/2021 (umumnya untuk transaksi di atas Rp10 juta).

Live Data Fee: Dikenakan bagi pengguna data harga realtime, dipotong otomatis dari RDN setiap tanggal 5 bulan berikutnya. Besarannya tergantung total nilai transaksi bulanan. Misalnya, Rp15.000 untuk transaksi Rp20–100 juta per bulan.

Kabar baiknya, Stockbit tidak mengenakan biaya deposit, tidak ada minimum saldo, dan penarikan dana ke rekening bank gratis.

Contoh Perhitungan Biaya Transaksi Sebagai gambaran sederhana:

  • Beli saham Rp1.000.000
    Biaya = Rp1.000.000 × 0,15% = Rp1.500
    (Belum termasuk materai jika memenuhi syarat)
  • Jual saham Rp1.000.000
    Biaya = Rp1.000.000 × 0,25% = Rp2.500
    (Sudah termasuk PPh Final 0,1%)

Struktur ini membuat biaya Stockbit relatif mudah dipahami dan ramah bagi investor aktif.

Fitur Unggulan Stockbit

Dari sisi fitur, Stockbit dikenal sebagai salah satu broker dengan alat analisis paling lengkap di Indonesia.

Beberapa fitur utama Stockbit antara lain:

  • Chartbit (Analisis Teknikal): Menyediakan indikator teknikal populer seperti RSI, MACD, Moving Average, hingga berbagai timeframe yang mendukung trading aktif.
  • Data Fundamental Lengkap: Laporan keuangan emiten, rasio keuangan, dan data historis harga tersedia langsung di aplikasi.
  • Komunitas Investor (Stream): Fitur sosial tempat pengguna berdiskusi saham, berbagi analisis, dan membaca sentimen pasar.
  • Edukasi dan Simulasi: Stockbit Academy menyediakan modul belajar gratis, serta fitur Virtual Trading dengan dana simulasi Rp100 juta bagi pemula.

Kombinasi fitur ini menjadikan Stockbit unggul bagi trader yang mengandalkan analisis teknikal dan diskusi komunitas.

Baca juga : 5 Tips Staycation yang Seru dan Hemat Biaya

Kekurangan Stockbit yang Perlu Dipertimbangkan

Meski unggul di fitur, Stockbit bukan tanpa kekurangan:

  • Antarmuka Relatif Kompleks: Banyaknya fitur membuat aplikasi terasa padat dan bisa membingungkan bagi pemula absolut.
  • Isu Stabilitas Aplikasi: Sejumlah ulasan pengguna menyebutkan aplikasi terkadang sulit diakses saat jam pembukaan pasar.
  • Layanan Pelanggan: Respons customer service dinilai belum konsisten cepat, terutama pada jam sibuk.

Sebagai pembanding, berikut perbedaan utama Stockbit dengan Ajaib Sekuritas:

Stockbit: Fokus pada analisis teknikal, data mendalam, dan komunitas trader aktif.

Ajaib: Lebih mengutamakan kemudahan penggunaan dan edukasi bertahap untuk investor pemula.

Dari sisi biaya, Ajaib sedikit lebih murah, namun Stockbit unggul dalam kelengkapan fitur analisis.

Siapa yang Cocok Menggunakan Stockbit?

Dengan biaya rendah, fitur analisis profesional, serta komunitas aktif, Stockbit sangat ideal bagi trader aktif, investor yang gemar analisis teknikal, dan pengguna yang ingin menggali insight dari diskusi komunitas.

Namun, bagi pemula total yang menginginkan tampilan sederhana dan pengalaman lebih intuitif, Stockbit mungkin terasa cukup menantang di awal, sehingga alternatif seperti Ajaib bisa dipertimbangkan.

Secara keseluruhan, Stockbit tetap menjadi salah satu broker saham terbaik di Indonesia, terutama bagi investor yang mengutamakan efisiensi biaya dan kedalaman analisis dalam pengambilan keputusan investasi.