Tren Leisure

Rekor Baru, Petir Menyambar Sepanjang 829 Km dalam 7 Detik

  • Apa yang dikenal sebagai Megaflash itu melesat sejauh 829 kilometer dari Texas timur melalui Oklahoma, Arkansas, Kansas hingga dekat Kansas City, Missouri. Lesatan selama tujuh detik itu memecahkan rekor sebelumnya sejauh 768 km.
<p>ilustrasi</p>

ilustrasi

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID- Sebuah sambaran petir yang melintasi lima negara bagian Amerika telah mencetak rekor baru untuk sambaran petir terpanjang yang pernah tercatat. Organisasi Meteorologi Dunia telah mengonfirmasi.

Apa yang dikenal sebagai Megaflash itu melesat sejauh  829 kilometer dari Texas timur melalui Oklahoma, Arkansas, Kansas hingga dekat Kansas City, Missouri. Lesatan selama tujuh detik itu memecahkan rekor sebelumnya sejauh 768 km.

Kilatan petir terjadi pada 22 Oktober 2017, tetapi durasinya terlalu lama untuk dapat diukur sepenuhnya oleh sensor berbasis darat pada saat itu. Kini, sebuah studi baru yang menggunakan data dari satelit geostasioner akhirnya mendokumentasikan skala besar kilatan petir tersebut. Para peneliti menerbitkan temuan mereka pada hari Kamis 31 Juli 2025 di Bulletin of the American Meteorological Society .

"Kemungkinan besar masih ada kondisi ekstrem yang lebih besar, dan kita akan dapat mengamatinya seiring bertambahnya pengukuran petir berkualitas tinggi dari waktu ke waktu," ujar penulis senior studi Randall Cerveny , seorang profesor ilmu geografi di Arizona State University dalam sebuah pernyataan yang dikutip Live Science.

Bagaimana tepatnya petir mendapatkan percikan awalnya masih diperdebatkan . Namun para ilmuwan tahu bahwa petir muncul ketika elektron berkumpul di satu area awan badai. Hal ini menciptakan jalur terionisasi di udara tempat elektron dapat mengalir dari area bermuatan negatif ke positif.

Dalam studi tersebut, para ilmuwan merekonstruksi panjang kilatan petir dengan menganalisis data dari satelit GOES-16 milik Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA). Salah satu dari empat satelit milik badan tersebut yang dilengkapi pemeta yang terus memantau permukaan tanah untuk mendeteksi sambaran petir. Dengan menggunakan algoritma baru, para ilmuwan memisahkan kilatan petir tersebut dari jutaan kilatan cahaya lainnya untuk mengungkap jangkauannya secara keseluruhan.

"Satelit cuaca kami membawa peralatan deteksi petir  sangat presisi yang dapat kami gunakan untuk mendokumentasikan hitungan milidetik saat kilatan petir dimulai dan seberapa jauh jangkauannya," kata Cerveny.

Para ahli mengatakan bahwa, selain menyoroti kemajuan mengesankan dalam teknologi pemantauan cuaca baru, penemuan ini merupakan pengingat penting bahwa petir dapat menyambar jauh dari sel badai tempat awalnya dihasilkan.

"Ini menggambarkan ancaman sambaran petir abu-abu' ang baru dikenali. Serupa dengan sambaran petir biru dari sel-sel yang terisolasi, tetapi yang dapat menempuh jarak ratusan kilometer dari wilayah pembangkit muatan utama," ujar co penulis Walt Lyons , presiden FMA Research, sebuah firma investigasi meteorologi forensik di Fort Collins, Colorado, dalam sebuah pernyataan .

"Jika petir berada dalam radius 10 km  sebagaimana ditemukan berdasarkan data petir yang andal, pergilah ke gedung atau kendaraan yang aman dari petir," tambahnya. "Seperti yang ditunjukkan oleh kasus-kasus ekstrem ini, petir dapat tiba dalam hitungan detik dalam jarak yang jauh, tetapi petir tersebut tertanam dalam badai petir yang lebih besar, jadi waspadalah."

Rekor Petir Terpanjang

Menurut Badan Meteorologi Inggris, petir menyambar planet ini hingga 1,4 miliar kali setahun , atau diperkirakan 44 kali setiap detik. Dan ini lebih dari sekadar pertunjukan cahaya.  Petir memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan listrik Bumi,  membantu mengikat nitrogen  sehingga membantu pertumbuhan tanaman. Dan bahkan berpotensi membantu membersihkan atmosfer dari polutan .

Pada tahun 1956, Myron Ligda, seorang ahli meteorologi di Texas, menggunakan radar untuk mendeteksi kilatan petir yang membentang lebih dari 160 km. Saat itu, kilatan tersebut diakui sebagai kilatan petir terpanjang yang pernah tercatat. Sejak saat itu, kemajuan teknologi telah memungkinkan para peneliti untuk mengukur kilatan petir yang jauh lebih besar, dan jumlahnya pun lebih banyak. 

Pada tahun 2007, para peneliti mengidentifikasi sebuah sambaran petir di atas Oklahoma yang panjangnya mencapai 322 km. Namun satu dekade kemudian, rekor itu terpecahkan. Pada bulan Oktober 2017 awan di atas Midwest melepaskan kilatan petir yang begitu besar sehingga menerangi langit di atas Texas, Oklahoma, dan Kansas.  Petir membentang lebih dari 500 km di ketiga negara bagian tersebut. Sambaran petir tersebut begitu dahsyat sehingga sekelompok peneliti menerbitkan sebuah studi tentangnya di jurnal Bulletin of the American Meteorological Society , yang menyebutnya sebagai "megaflash". Itu adalah salah satu kilatan petir terbesar yang pernah tercatat. 

Namun, kilatan petir itu pun telah terlampaui. Pada Halloween 2018, sebuah sambaran petir di atas Brasil kemudian terungkap membentang lebih dari 709 km. Para ahli meteorologi pun terus waspada, dan langit memecahkan rekor tersebut dengan melepaskan sambaran petir raksasa lainnya pada 29 April 2020. Sebuah kilatan petir raksasa yang membentang dari Texas hingga Mississippi, sejauh 768 km.

Rekor inilah yang kemudian dipecahkan oleh petir yang melintasi lima negara bagian Amerika hanya dalam tujuh detik dan mencetak rekor terkini sejauh 829 kilometer.