Nasional & Internasional

Ramah Lingkungan, Teknologi CCUS Diklaim Mampu Dorong Produksi Minyak

  • JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penerapan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di sektor migas melalui...

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penerapan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) di sektor migas melalui Enhanced Oil Recovery (EOR)/Enhanced Gas Recovery (EGR).

Teknologi ini dianggap mampu mengembangkan ladang migas, meningkatkan produksi, dan mengurangi emisi.

“CCUS bisa menjadi solusi untuk menyediakan energi yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam keterangan resmi, Rabu, 28 April 2021.

Seperti diketahui, pemerintah berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29% pada 2030.

Penerapan CCUS ini dianggap mampu mengurangi emisi CO2 dari bahan bakar fosil, termasuk sektor minyak dan gas bumi.

Selain itu, penerapan CCUS juga dinilai bisa meningkatkan produksi minyak menjadi satu juta barel dan gas sebesar 12 BSCFD pada 2030.

Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan produksi lapangan yang ada. Kemudian, cadangan baru juga ditingkatkan melalui eksplorasi produksi migas nasional.

Tutuka bilang, sudah ada beberapa penelitian yang berkaitan dengan CCUS. Pertama, proyek CCUS Gundih yang telah dilakukan sejak 2012. Perkembangan CCUS Gundih diklaim sangat penting bagi Indonesia untuk menambah pengalaman dalam pelaksanaan CO2-EOR/EGR.

“Studi untuk proyek ini masih berlangsung dan diharapkan hasilnya bagus,” katanya.

Kemudian, ada pula proyek dan studi CCUS lain, yakni proyek Tangguh EGR di Papua Barat, Sukowati di Jawa Timur, dan Limau Niru di Sumatera Selatan.

“Studi CCUS yang terhubung ke industri hilir akan segera dimulai, seperti bagaimana memisahkan CO2 dari pabrik amoniak di Sulawesi Tengah,” ungkap Tutuka. (RCS)