Industri

Raiz Invest Fokus Investor Milenial

  • JAKARTA – Perusahaan teknologi finansial (Tekfin/Fintech) yang bergerak di bidang investasi reksa dana, PT Raiz Invest Indonesia (Raiz Invest) fokus menargetkan lebih banyak …

Raiz Invest Fintech Reksadana

Raiz Invest Fintech Reksadana

(Istimewa)

JAKARTA – Perusahaan teknologi finansial (Tekfin/Fintech) yang bergerak di bidang investasi reksa dana, PT Raiz Invest Indonesia (Raiz Invest) fokus menargetkan lebih banyak investor angkatan 1980-2000-an atau generasi milenial untuk berinvestasi reksa dana.

Chief Operating Officer (CEO) Raiz Invest Indonesia Melinda N. Wiria mengatakan pihaknya ingin fokus mencetak lebih banyak investor milenial untuk berinvestasi di reksa dana karena prospeknya cukup menjanjikan.

“Sebelum 2016, jumlah investor reksa dana hanya 400.000 nasabah. Tetapi, sejak kemunculan fintech terjadi ledakan kenaikan nasabah hingga 5 kali lipat menjadi 2 juta orang,” ujarnya dikutip dari Bisnis Indonesia, Kamis (20/2).

Menurutnya, angka ini memperlihatkan prospek yang besar. Pemanfaatan teknologi dalam sektor keuangan mampu memperluas basis investor.

“Upaya menangkap peluang itu perlu dibarengi dengan edukasi, mengingat tingkat literasi masyarakat terhadap reksa dana masih relatif rendah. Kami saat ini menyasar kaum milenial dan first jobber (baru pertama kerja),” ungkap Melinda.

Sebelumnya, Raiz Invest berkomitmen menghadirkan pengalaman investasi bagi kaum milenial yang belum pernah berinvestasi.

Perusahaan fintech investasi reksadana ini berharap dapat menghadirkan kebiasaan investasi yang tidak mengubah gaya hidup dari anak muda. Oleh sebab itu, produk yang dikembangkan bersifat otomatis. Jadi anak muda tidak merasa terbebani dan sudah melakukan investasi sekaligus.

Adapun alasan Raiz Invest menargetkan first jobber yang ingin berinvestasi reksadana adalah karena kalangan ini sudah mulai memiliki keinginan untuk berinvestasi.

First jobber biasanya sudah mulai mempunyai keinginan untuk investasi. Untuk cakupannya daerah, kami tidak ada target spesifik, urban dan rural. Semua yang ingin investasi untuk pertama kali bisa menggunakan Raiz Invest,” terang Commissioner Raiz Invest Michael N. Luhukay dikutip dari Kontan, Kamis (20/2).

Michael mengatakan berdasarkan hasil risetnya, beberapa milenial yang telah memiliki keinginan investasi memilih arisan sebagai salah satu sarananya. “Berbeda dengan arisan, investasi melalui Raiz Invest akan membuat uang berkembang plus mendapatkan bunga,” tuturnya.

Menurut Michael, sesuai dengan harapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Raiz Invest juga diharapkan mampu mempercepat tingkat inklusi keuangan kepada masyarakat. Terutama kepada yang belum tersentuh perbankan.

Raiz Invest telah menggandeng Avrist Asset Management sebagai Manajer Investasi yang mengelola reksadana yang ditawarkan di aplikasi Raiz. Ada tiga jenis reksadana yang ditawarkan di platfromnya yaitu Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, dan Reksadana Indeks Saham (LQ45).

Raiz Invest sendiri telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Platform fintech ini juga telah memperoleh izin usaha sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari OJK pada tanggal 10 Desember 2018. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-19/PM.21/2018.