Prudential Indonesia Luncurkan PRULink Syariah Rupiah Multi Asset Fund
JAKARTA-PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan dana investasi (fund) PRULink Syariah Rupiah Multi Asset Fund. Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo mengatakan langkah ini diharap menjadi salah satu solusi untuk mendorong masyarakat tertarik berinvestasi di aset syariah, termasuk saham-saham syariah. Selain itu, program tersebut untuk mendukung upaya pemerintah dalam mendorong […]

Amirudin Zuhri
Author


PT Prudential Life Assurance/ prudential.co.id
(Istimewa)JAKARTA-PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan dana investasi (fund) PRULink Syariah Rupiah Multi Asset Fund.
Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo mengatakan langkah ini diharap menjadi salah satu solusi untuk mendorong masyarakat tertarik berinvestasi di aset syariah, termasuk saham-saham syariah.
Selain itu, program tersebut untuk mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang memiliki potensi sangat besar.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
PRULink Syariah Rupiah Multi Asset Fund merupakan dana investasi campuran berbasis syariah dengan mata uang rupiah yang memberikan akses kepada
Nasabah terhadap investasi yang lebih stabil dengan diversifikasi aset-aset syariah dalam negeri (sukuk) dan luar negeri (saham) untuk imbal hasil yang lebih optimal dalam berbagai kondisi ekonomi.
“Kami juga akan mengembangkan ekosistem gaya hidup syariah dan sharia knowledge centre, serta terus meningkatkan literasi masyarakat Indonesia tentang keuangan dan asuransi jiwa syariah,” ujar Nini Sabtu 12 Desember 2020.
Daya Tahan Tinggi
Sementara itu Guru Besar Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran Dian Masyita mengatakan ekonomi syariah nasional yang bertumpu pada sektor riil dinilai memiliki daya tahan tinggi khususnya dalam menghadapi situasi krisis. Hal ini dikarenakan sektor tersebut diperuntukkan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat banyak, dan memiliki multiplier effect yang luas, termasuk menyerap tenaga kerja.
“Ekonomi syariah juga tidak memikirkan keuntungan semata, tetapi juga mematuhi prinsip-prinsip syariah, seperti menghindari riba, gharar (ketidakjelasan), maysir (berjudi/spekulasi) dalam bertransaksi, serta menjunjung tinggi keadilan dan semangat saling membantu satu sama lain,” katanya
Selain itu, menurut dia, ekonomi syariah nasional memiliki potensi besar yang didukung populasi Muslim terbesar di dunia.
Namun demikian, Dian menambahkan, masih banyak tantangan yang harus diatasi. Khusus untuk sektor keuangan syariah yakni rendahnya tingkat literasi dan inklusi masyarakat.
Khusus bagi pasar modal syariah, lanjutnya, masih minimnya jumlah dan variasi produk yang diterbitkan oleh para pelaku industri menjadi salah satu hambatan utama. “Masih banyak tugas bersama yang harus diselesaikan di 2021, ” ujarnya.
