Proyek Strategis RAJA Bakal Genjot Pendapatan, Sekuritas Ini Kerek Harga Saham
- Selain proyek yang sedang berjalan, RAJA juga tengah mengeksplorasi potensi akuisisi blok gas besar yang memiliki kapasitas produksi 330 MMscfd.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tengah berada di jalur positif setelah IPO PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang berhasil mencatatkan lonjakan harga saham, memicu evaluasi ulang terhadap nilai RAJA.
Dengan valuasi yang kini mencapai US$746,6 juta, RAJA berpotensi memperluas prospek usaha, yang semakin diperkuat oleh dua proyek strategis yang tengah disiapkan. Proyek pertama, yang berupa pengembangan kompresor gas, diprediksi akan menghasilkan pendapatan sekitar US$10 juta dengan EBITDA mencapai US$8 juta pada 2026.
Sementara itu, proyek kedua, yang melibatkan pembangunan jaringan pipa bahan bakar, diharapkan memberikan kontribusi pendapatan sebesar US$18,7 juta dan EBITDA senilai US$16,7 juta pada 2027.
- Saham BBCA Cs Pesta Pora di Tengah Sentimen Hijau IHSG
- Mengenal Danantara: Digagas Sumitro, Dieksekusi Prabowo
- APARSI: Penyeragaman Kemasan Rokok Bisa Turunkan Pendapatan Pedagang
“Proyek-proyek tersebut, ditambah dengan peningkatan volume penjualan gas yang diperkirakan naik 2% yoy menjadi 18,4 mmbtu, serta spread gas senilai US$2,3/mmbtu, akan membawa RAJA ke pendapatan sebesar US$289 juta pada 2026, mencatatkan kenaikan 13,2% dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Farras Farhan, analis Samuel Sekuritas Indonesia, dalam risetnya pada Selasa, 18 Februari 2025.
Selain proyek yang sedang berjalan, RAJA juga tengah mengeksplorasi potensi akuisisi blok gas besar yang memiliki kapasitas produksi 330 MMscfd. Akuisisi ini bisa menjadi dorongan ekspor LNG sekaligus memperkuat ketahanan energi, dengan proyeksi menambah EBITDA sebesar US$53,9 juta.
Hal ini diperkirakan akan mendorong EBITDA RAJA pada 2027 mencapai US$143 juta, meningkat 74,9% yoy, serta memperlebar margin EBITDA hingga 44%. Namun, akuisisi tersebut berpotensi meningkatkan rasio utang bersih RAJA menjadi 2,6 kali, yang bisa memberi tekanan jangka pendek terhadap laba karena meningkatnya biaya pendanaan.
Dengan proyeksi tersebut, Samuel Sekuritas memprediksi EBITDA RAJA pada 2026 akan mencapai US$81 juta, tumbuh 13% yoy, dan pada 2027 akan melonjak 74,9% yoy menjadi US$143 juta.
Meskipun laba diperkirakan turun 10% yoy menjadi US$21 juta pada 2026 akibat beban biaya pendanaan yang lebih tinggi, proyeksi laba bersih pada 2027 diperkirakan akan meroket hingga mencapai US$67 juta, atau meningkat 216% yoy, ketika proyek-proyek tersebut mulai beroperasi sepenuhnya.
Sebagai respons terhadap potensi ini, Samuel Sekuritas meningkatkan target harga saham RAJA menjadi Rp5.000, dari sebelumnya Rp2.200, dengan menggunakan metode sum of the parts (SOTP), yang mencerminkan estimasi EV/EBITDA 2025 sebesar 23,3 kali.

Amirudin Zuhri
Editor
