Profil Virdian, Eks Ketua BEM Unpad Masuk 22 Sosok Reset Indonesia
- Mengenal Virdian Aurellio Hartono, lulusan FISIP Unpad yang vokal mengkritik kebijakan publik, aktif di Gerakan Mengajar Desa, serta kini berkarier di sektor swasta.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Nama Virdian Aurellio Hartono dikenal publik sebagai aktivis muda yang aktif menyuarakan berbagai isu sosial, politik, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan.
Sosok yang akrab disapa Iyang ini merupakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Kema Unpad) periode 2022 dan kini aktif sebagai content creator sekaligus profesional di sektor swasta.
Selain dikenal karena aktivitas advokasinya selama menjadi pemimpin organisasi mahasiswa, Virdian juga terlibat dalam berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan.
Kiprahnya mencakup pembangunan fasilitas pendidikan di daerah tertinggal, penggalangan bantuan bencana, hingga menyampaikan pandangan mengenai berbagai isu nasional melalui media sosial dan podcast.
Siapa Virdian Aurellio Hartono?
Virdian Aurellio Hartono merupakan warga asal Tangerang, Banten. Di berbagai platform media sosial, ia lebih dikenal dengan nama panggilan Iyang dan aktif membagikan pandangan mengenai isu-isu sosial, politik, serta kebijakan publik melalui akun Instagram @virdian_aurellio.
Dalam berbagai kesempatan, Virdian menyebut aktivitas digital yang dijalankannya sebagai "TOA digital", yakni upaya memanfaatkan media sosial sebagai pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan mendorong partisipasi publik dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Dari sisi pendidikan, Virdian merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan program studi Ilmu Pemerintahan.
Latar belakang akademiknya tersebut menjadi fondasi dalam berbagai aktivitas advokasi yang dijalankan selama aktif di organisasi kemahasiswaan maupun setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Pernah Menjabat Ketua BEM Kema Unpad
Nama Virdian mulai dikenal secara luas ketika menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kema Universitas Padjadjaran pada 2022.
Selama memimpin organisasi mahasiswa tersebut, ia beberapa kali menjadi juru bicara mahasiswa dalam menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Salah satu aksi yang paling mendapat perhatian adalah penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).
Dalam aksi yang digelar di DPRD Jawa Barat, Virdian bersama mahasiswa membawa enam tuntutan, termasuk mendesak pemerintah membuka draf RKUHP kepada publik serta menghapus sejumlah pasal yang dinilai bermasalah.
Selain itu, ia juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah isu nasional lainnya, seperti:
- wacana penghapusan BBM Pertalite yang dinilai menunjukkan pemerintah semakin jauh dari kebutuhan masyarakat;
- penolakan terhadap pembentukan Partai Mahasiswa yang menurutnya merupakan bentuk kepanikan oligarki politik dan siap diperdebatkan secara terbuka;
- pembelaan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat melalui demonstrasi sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara.
Aktif Mengembangkan Pendidikan di Daerah 3T
Di luar aktivitas politik kampus, Virdian juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Gerakan Mengajar Desa.
Organisasi kepemudaan tersebut berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pedesaan serta daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pembangunan sekolah pertama di Desa Fatukusi, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Program tersebut diinisiasi langsung oleh Virdian bersama Gardian Muhammad sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan di wilayah yang masih memiliki keterbatasan sarana belajar.
Melalui Gerakan Mengajar Desa, Virdian juga mengajak mahasiswa maupun masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian di berbagai daerah yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Selain pendidikan, Virdian juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Ia pernah merancang program pemulihan sektor pertanian bagi petani di Aceh Tamiang setelah wilayah tersebut terdampak banjir bandang.
Tidak hanya itu, ia juga terlibat dalam penggalangan donasi yang berhasil menghimpun dana hingga ratusan juta rupiah untuk membantu korban banjir di Pulau Sumatra.
Di luar aktivitas sosial dan advokasi publik, Virdian juga menjalankan karier profesional di sektor swasta. Ia menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) di Digdaya Agro Indonesia.
Selain itu, Virdian juga merupakan co-founder Brand New Indonesia, sekaligus aktif mengembangkan berbagai konten digital yang membahas isu sosial, politik, dan pemerintahan.
Namanya Mencuat Lewat Podcast Richard Lee
Nama Virdian kembali menjadi perhatian publik setelah hadir sebagai narasumber dalam podcast dr. Richard Lee pada September 2025.
Dalam diskusi tersebut, ia membahas sejumlah isu yang sedang menjadi perhatian nasional, di antaranya:
- gelombang demonstrasi mahasiswa dan masyarakat pada 25–29 Agustus 2025;
- meningkatnya angka pengangguran;
- melemahnya daya beli masyarakat;
- maraknya pinjaman online;
- meninggalnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan taktis Brimob.
Pandangannya dalam podcast tersebut banyak beredar di media sosial dan memicu diskusi publik mengenai berbagai persoalan sosial serta kebijakan pemerintah.
Ia juga beberapa kali mengkritik tata kelola lingkungan, khususnya terkait isu deforestasi dan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam.
Dalam isu lain, Virdian pernah menyebut kasus yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sebagai "fitnah paling menjijikkan sepanjang sejarah", sebuah pernyataan yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Muhammad Imam Hatami
Editor
