Tren Inspirasi

Profil Bupati Siak Afni Zulkifli, Eks Jurnalis Pendobrak Sentralisasi

  • Siapa Dr. Afni Zulkifli? Kenali sosok Bupati Siak yang masuk 22 Sosok Reset Indonesia berkat keberanian melakukan reformasi fiskal dan kepeduliannya pada lingkungan.
bupati siak.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID – Nama Afni Zulkifli menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan setelah masuk dalam daftar 22 Sosok Reset Indonesia, sebuah daftar tokoh inspiratif yang dinilai memiliki gagasan, keberanian, dan rekam jejak dalam mendorong perubahan mendasar di Indonesia.

Afni terpilih bukan semata karena jabatannya sebagai Bupati Siak, melainkan karena dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan daerah. 

Keberaniannya memangkas anggaran perjalanan dinas hingga ratusan miliar rupiah untuk menyelesaikan utang pemerintah daerah menjadi salah satu alasan utama dirinya masuk dalam daftar tersebut.

Lalu, siapa sebenarnya Afni Zulkifli? Berikut profil lengkap, perjalanan karier, hingga kiprahnya sebagai kepala daerah.

Apa Itu 22 Sosok Reset Indonesia?

22 Sosok Reset Indonesia merupakan daftar yang dirilis oleh akun Instagram terverifikasi @idbaruid. Daftar tersebut disusun setelah tim melakukan tiga kali ekspedisi ke berbagai daerah di Indonesia untuk mencari figur-figur yang dinilai mampu membawa perubahan di bidang sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya, hingga lingkungan.

Para penyusun menilai perubahan tidak selalu lahir dari elite politik nasional, tetapi juga dari tokoh-tokoh daerah yang memiliki keberanian mengambil keputusan strategis serta menawarkan cara pandang baru dalam memimpin.

Terdapat sejumlah alasan yang membuat Afni Zulkifli masuk dalam daftar 22 Sosok Reset Indonesia.

Pertama, keberaniannya mengambil kebijakan fiskal yang tidak populer. Tidak lama setelah dilantik sebagai Bupati Siak, Afni memangkas anggaran perjalanan dinas dan berbagai pos belanja lainnya untuk membantu menyelesaikan utang Pemerintah Kabupaten Siak yang mencapai Rp326 miliar.

Kedua, rekam jejaknya sebagai aktivis lingkungan yang konsisten mengkritisi kebijakan sentralisasi di sektor kehutanan dan agraria. Berdasarkan pengalaman mendampingi masyarakat di berbagai daerah, Afni menilai penyelesaian konflik agraria tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan dari pemerintah pusat tanpa mempertimbangkan kondisi di daerah.

Ketiga, Afni dinilai menghadirkan perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan daerah dengan berani mengambil keputusan yang sulit demi menjaga kesehatan fiskal daerah.

Baca juga : Apa Itu Heat Dome? Panas Ekstrem yang Makan Ribuan Korban di Eropa

Profil Singkat Afni Zulkifli

Afni Zulkifli lahir di Siak Sri Indrapura, Riau, pada 28 Juni 1985. Ia merupakan politikus Partai NasDem yang resmi menjabat sebagai Bupati Siak periode 2025–2030 setelah dilantik pada 4 Juni 2025.

Pelantikannya mencatat sejarah karena Afni menjadi perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Siak sejak daerah tersebut berdiri pada 1999. Ia juga menjadi salah satu kepala daerah termuda di Provinsi Riau.

Di balik pencapaiannya, Afni berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja serabutan, sedangkan ibunya berjualan lontong untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Latar belakang tersebut membentuk karakter Afni yang dikenal dekat dengan masyarakat.

Perjalanan pendidikan Afni dimulai dari SDN 002 Siak Sri Indrapura, kemudian melanjutkan ke MTs Darul Hikmah dan SMAN 1 Siak.

Setelah lulus SMA, ia meraih gelar Sarjana Ilmu Administrasi Publik dari Universitas Islam Malang (UNISMA). Pendidikan kemudian dilanjutkan ke Universitas Riau untuk memperoleh gelar Magister Ilmu Sosial dan Politik, sebelum menyelesaikan program Doktor Ilmu Sosial di Universitas Pasundan pada 2020.

Selama menempuh pendidikan, Afni dikenal aktif meneliti berbagai isu kebijakan publik, lingkungan hidup, dan tata kelola pemerintahan.

Baca juga : Mengenal PPN PMSE yang Bikin Strava Kena Pajak 11 Persen

Perjalanan Karier

Sebelum memasuki dunia politik, Afni memiliki pengalaman karier yang cukup beragam. Ia memulai karier sebagai jurnalis di Pekanbaru Pos sebelum bergabung dengan Jawa Pos National Network (JPNN) di Jakarta. 

Di sana, ia dipercaya meliput kegiatan Istana Negara dan menempati posisi redaktur hingga pimpinan redaksi. Sebagai wartawan, Afni dikenal aktif menghasilkan liputan investigasi dan pernah meraih sejumlah penghargaan jurnalistik.

Selain menjadi jurnalis, Afni juga berkarier sebagai dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning (Unilak) di Pekanbaru.

Kariernya kemudian berlanjut di pemerintahan sebagai Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Selama sekitar satu dekade, ia terlibat dalam berbagai program rehabilitasi hutan, penyelesaian konflik agraria, perhutanan sosial, hingga pendampingan masyarakat di kawasan hutan.

Pengalaman tersebut membuat Afni dikenal luas sebagai salah satu aktivis lingkungan yang aktif menyuarakan perlindungan ekosistem dan penyelesaian konflik lahan berbasis kepentingan masyarakat.

Ia juga pernah menjadi delegasi Indonesia dalam sejumlah forum internasional mengenai perubahan iklim, termasuk Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP).

Kiprah sebagai Bupati Siak

Setelah memenangkan Pilkada Siak 2024 bersama wakilnya, Syamsurizal, Afni langsung menghadapi tantangan besar berupa kondisi keuangan daerah yang mengalami tekanan.

Pemerintah Kabupaten Siak saat itu memiliki utang sekitar Rp326 miliar yang merupakan kewajiban dari tahun anggaran sebelumnya.

Untuk memperbaiki kondisi fiskal, Afni mengambil langkah efisiensi dengan memangkas anggaran perjalanan dinas dan berbagai belanja operasional pemerintah daerah. Hasil efisiensi tersebut digunakan untuk membayar sebagian besar utang daerah agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan.

Selain fokus pada penyehatan APBD, Afni juga aktif memperjuangkan dana transfer pemerintah pusat yang menurutnya mengalami pemotongan cukup besar. Ia melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan, DPR RI, hingga Pemerintah Provinsi Riau guna memperjuangkan hak fiskal Kabupaten Siak.

Nama Afni juga dikenal karena konsistensinya mengangkat isu lingkungan hidup. Ia berpendapat bahwa konflik agraria tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif dari pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan kehutanan dan agraria perlu mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat di daerah agar penyelesaiannya lebih berkelanjutan.

Selama menjadi Tenaga Ahli KLHK, Afni banyak mendampingi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan serta terlibat dalam berbagai program rehabilitasi hutan dan lahan.

Baca juga : Menguat Tipis, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini?

Sebagai Bupati Siak, Afni mengusung visi pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa. Ia juga berkomitmen memperkuat pelayanan publik, memperbaiki tata kelola keuangan daerah, serta memperjuangkan kepentingan daerah penghasil sumber daya alam agar memperoleh dukungan fiskal yang lebih proporsional.

Pengalamannya sebagai akademisi, jurnalis, aktivis lingkungan, dan birokrat menjadi modal dalam membangun pendekatan pemerintahan yang lebih partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Masuknya Afni Zulkifli ke dalam daftar 22 Sosok Reset Indonesia menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah semakin mendapat perhatian dalam percakapan nasional. 

Rekam jejaknya yang melintasi dunia jurnalistik, akademik, lingkungan, hingga pemerintahan menjadikan Afni sebagai salah satu figur yang dinilai membawa perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.