PMI-BI Naik 50,17 Persen, Kinerja Industri Manufaktur dalam Fase Ekspansi
- Kinerja industri pengolahan atau manufaktur kuartal-IV 2021 terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 sebesar US$2,33 miliar. Angka tersebut kembali surplus setelah sebelumnya tercatat US$3,24 miliar. / Badan Perlindungan Konsumen Nasional
(Istimewa)JAKARTA – Kinerja industri pengolahan atau manufaktur kuartal-IV 2021 terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi. Hal itu tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 50,17%, meningkat dari 48,75% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan peningkatan tersebut terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, dengan indeks tertinggi pada komponen Volume Produksi, Volume Total Pesanan dan Volume Persediaan Barang Jadi.
Berdasarkan subsektor, peningkatan terjadi pada mayoritas subsektor, dengan indeks tertinggi pada Makanan, Minuman dan Tembakau (51,84%), Logam Dasar Besi dan Baja (51,80%), Tekstil, Barang Kayu dan Alas Kaki (50,98%), serta Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya (50,66%).
- Ramai Investasi NFT dan Bitcoin, DJP Kebut Skema Pajak Kripto
- Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Logistik dan Tempat Pemeliharaan Pesawat
- Produksi Lampaui Target, Kilang Balikpapan Pertamina Bisa Tekan Defisit Migas Rp38 Triliun
“PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan sektor Industri Pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang positif dan meningkat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 0,50 persen,” kata Erwin, dikutip dari laman resmi BI, Minggu, 16 Januari 2022.
Ia memproyeksikan peningkatan kinerja sektor Industri Pengolahan akan kembali berlanjut pada triwulan pertama 2022. PMI-BI triwulan I-2022 diprakirakan sebesar 53,83%, lebih tinggi dari capaian pada triwulan sebelumnya.
“Peningkatan PMI-BI didorong seluruh komponen pembentuknya, terutama Volume Produksi, Volume Total Pesanan, Volume Persediaan Barang Jadi dan Jumlah Karyawan yang berada pada fase ekspansi,” tuturnya.
Sementara itu, lanjut Erwin, mayoritas subsektor diperkirakan bakal turut meningkat, dengan indeks tertinggi pada subsektor Logam Dasar Besi dan Baja (54,06%), Makanan, Minuman dan Tembakau (53,86%) serta Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya (53,40%).

Laila Ramdhini
Editor
